wpid-shalat-istikharah-dan-doanya.jpg

Melafazhkan Rukun Qauli dalam Shalat

image

Sebagaimana kita ketahui bahwa rukun shalat ada tiga belas. Dari ketiga belas rukun shalat tersebut, dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu:

1. Rukun qalbi, mencakup satu rukun yaitu niat.

2. Rukun qauli, mencakup lima rukun yaitu : takbiratul ihram, membaca Al-Fatihah, membaca tasyahud akhir, membaca shalawat, dan salam (pertama).

3. Rukun fi’li, mencakup enam rukun, yaitu berdiri, ruku’, i’tidal, sujud, duduk diantara dua sujud, duduk tasyahud akhir. Adapun rukun yang ketiga belas, yaitu tertib, merupakan gabungan dari qauli dan fi’li.

KHUSUS UNTUK RUKUN QAULI, berkata An-Nawawi: Adapun selain imam, maka disunnahkan baginya untuk tidak mengeraskan suara ketika membaca lafazh takbir, baik dia menjadi makmum atau ketika shalat sendiri (munfarid). Tidak mengeraskan suara ini jika dia tidak menjumpai rintangan, seperti suara yang sangat gaduh. Batas minimal suara yang pelan adalah bisa didengar oleh dirinya sendiri jika pendengarannya normal. Ini berlaku secara umum baik ketika membaca ayat-ayat Al-Qur`an, takbir, membaca tasbih ketika ruku`, tasyahud, salam dan doa-doa dalam shalat baik yang hukumnya wajib maupun sunnah. Apa yang dia baca tidak dianggap cukup selama masih belum terdengar oleh dirinya sendiri, dengan syarat pendengarannya normal dan tidak diganggu dengan hal-hal lainnya seperti dijelaskan di atas. Jika tidak demikian, maka dia harus mengeraskan suara sampai dia bisa mendengar suaranya sendiri, setelah itu barulah bacaan yang dia kerjakan dianggap mencukupi. Demikianlah nash yang dikemukakan oleh Syafi`i dan disepakati oleh pengikutnya. Sedangkan rekan-rekan kami berkata: Disunnahkan agar tidak menambah volume suara yang sudah dapat dia dengarkan sendiri. As-Syafi`i berkata di dalam Al-Umm: Hendaklah suaranya bisa didengar sendiri dan orang yang berada di sampingnya. Tidak patut dia menambah volume suara lebih dari ukuran itu (Al-Majmuu` III/295).

Para ulama madzhab Syafi`i berpendapat bahwa orang yang bisu bukan sejak lahir -mengalami kecelakaan di masa perkembangannya- wajib menggerakkan mulutnya ketika membaca lafadz takbir, ayat-ayat Al-Qur`an doa tasyahud dan lain sebagainya, karena dengan melaksanakan demikian, dia dianggap melafadzkan dan menggerakkan mulut, sebab perbuatan yang tidak mampu dikerjakan akan dimaafkan, akan tetapi selagi masih mampu dikerjakan maka harus dilakukan (Fatawa al Ramli I/140 dan Hasyiyah Qulyubiy I/143)

Kebayakan ulama lebih memilih untuk mensyaratkan bacaan minimal bisa didengar oleh pembacanya sendiri. Sedangkan menurut ulama madzhab Maliki cukup menggerakkan mulut saja ketika membaca ayat-ayat Al-Qur`an, namun lebih baik jika sampai bisa didengar oleh dirinya sendiri sebagai upaya untuk menghindar dari perselisihan pendapat (Ad Diin al Khalish II/143).

Keharusan melafazhkan rukun qauli ini sesuai dengan apa yang diriwayatkan Imam Al-Bukhari dan Abu Dawud bahwa Rasulullah membaca bacaan shalat dengan menggerakkan lidah dan bibirnya:

عَنْ أَبِي مَعْمَرٍ، قَالَ: قُلْنَا لِخَبَّابٍ أَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرَأُ فِي الظُّهْرِ وَالعَصْرِ؟، قَالَ: نَعَمْ، قُلْنَا: بِمَ كُنْتُمْ تَعْرِفُونَ ذَاكَ؟ قَالَ: «بِاضْطِرَابِ لِحْيَتِهِ»

“Dari Abu Ma’mar, dia berkata: Kami bertanya kepada Khabbab, apakah Rasulullan membaca bacaan shalat pada shalat Dzuhur dan Ashar? Ia menjawab: “Ya”. Lalu kami bertanya lagi: Bagaimana kalian bisa mengetahui hal itu? Dia berkata: “Dengan bergeraknya jenggot beliau”.

Kalau Rasulullah membaca hanya di dalam hati, tidak akan mungkin jenggot beliau sampai bergerak-gerak. Bahkan dalam hadits itu diungkapkan dengan kalimat “اضطراب” yang artinya goncang, menunjukkan gerakannya jelas betul-betul bergerak, bukan sekadar bergerak.

Sumber
http://solafussholeh.blogspot.com/2013/05/rukun-shalat.html?m=1
https://aslibumiayu.wordpress.com/2011/01/16/tidak-menggerakkan-lidah-melafadzkan-bacaan-shalat-merupakan-salah-satu-kesalahan-dalam-shalat
https://zulfiakmal.wordpress.com/2012/12/29/shalat-tanpa-menggerakkan-bibir-dan-lidah/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s