Hati-Hati dalam Mengambil Sumber

Kehadiran buku-buku rujukan memang sangat membantu proses kegiatan belajar mengajar. Hal itu sangat terasa sekali manfaatnya, baik bagi pendidik ataupun peserta didik. Namun, kita pun harus kembali memperhatikan konten yang terkandung dalam buku tersebut. Jangan sampai justru malah memberikan pandangan negatif, atau lebih parah berisi hal-hal yang dapat menyesatkan pemikiran pendidik dan peserta didik. Karena, alangkah lebih baiknya bila penyusun buku-buku seumber lebih hati-hati dan teliti dalam mengambil sumber rujukan sehingga tidak menimbulkan sesuatu yang kontroversial.

Cover Buku
Cover Buku

Salah satunya adalah apa yang terdapat dalam buku PAI Kelas XI yang diterbitkan oleh Penerbit Erlangga. Perhatikan baik-baik makna Ulil Amri yang berada dalam box menurut penyusun buku. Bahwa menurut penyusun, di antara makna Ulil Amri adalah Imam-Imam keturunan Ali bin Abi Thalib dan Fathimah binti Rasulillah shallallaahu ‘alayhi wa sallam. Apakah ini merupakan tafsir yang masyhur di kalangan kaum muslimin?

Hal. 5
Hal. 5

Dalam tradisi Ahlus Sunnah, makna Ulil Amri tidaklah sebagaimana yang dinyatakan penyusun. Para ulama Ahlus Sunnah berbeda pendapat kepada empat perbedaan tafsiran. Salah seorang ulama tafsir, Ibnul Jauzi menyatakan: “Mengenai ulil amri terdapat empat pendapat di kalangan para ulama.

Pendapat pertama, Ulil Amri adalah para pemimpin (umara’). Pendapat tersebut diungkapkan oleh Abu Hurairah, Ibnu ‘Abbas -dalam sebuah riwayat-, Zaid bin Aslam, as-Sudi dan Muqatil.

Kedua, Ulil Amri adalah para ulama. Pendapat ini diriwayatkan oleh Abu Thalhah dari Ibnu ‘Abbas. Ini juga merupakan pendapat Jabir bin Abdullah, al-Hasan, Abu ‘Aliyah, ‘Atha’, an-Nakha’i, dan adh-Dhahak. Khushaif juga meriwayatkannya dari Mujahid.

Ketiga, Ulil Amri adalah para shahabat Nabi radhiyallahu ‘anhum. Ibnu Abi Najih meriwayatkannya dari Mujahid. Abu Bakar bin Abdullah al-Muzani juga berpendapat demikian.

Adapun yang keempat, Ulil Amri adalah Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Umar bin Al-Khathab radhiyallaahu ‘anhuma. Ini merupakan pendapat ‘Ikrimah.”

Dari keempat penafsiran tersebut, tidak ada satupun ulama kaum muslimin yang menyatakan sebagaimana yang dinyatakan oleh penyusun. Apa yang dinyatakan oleh penyusun justru berasal dari tradisi Syiah yang meyakini adanya imamah (kepemimpinan) yang diberikan secara turun temurun dari garis Ali bin Abi Thalib radhiyallaahu anhu. Bahkan para ulama Syi’ah berkeyakinan bahwasanya Imamah merupakan bagian dari keimanan yang tidak bisa terpisahkan. Artinya, siapa yang menolak kepemimpinan dalam tradisi mereka, dianggap berada di luar Islam (kafir). Padahal, Ahlus Sunnah tidak berpendapat demikian.

Terakhir, apa yang saya paparkan dalam tulisan ini tidaklah bermaksud mendiskreditkan penerbit ataupun para penyusun yang telah menyusun buku ini. Pemaparan ini bertujuan untuk memberikan penjelasan (bayaan) bagi pihak-pihak yang bersangkutan. Termasuk penjelasan kepada para pendidik dan peserta didik. Hal ini disebabkan buku ini sudah tersebar luas. Apa yang dipaparkan dalam tulisan ini semoga bisa menjadi pelajaran bagi kita sekalian. Agar kita senantiasa berhati-hati dalam memilih sumber dan mengecek isi kandungan buku yang kita baca dan kita pelajari.

 

Penulis : Rd. Laili Al Fadhli, S.Pd.I

Pengajar Mata Pelajaran PAI Kelas XI di SMK Prakarya Internasional Bandung

*Catatan: Penulis telah mengirimkan keberatan ini kepada pihak penerbit melalui alamat email resmi yang diperoleh dari situs penerbit yang bersangkutan untuk meminta penjelasan dan klarifikasi, namun belum mendapatkan penjelasan hingga kini. Terima Kasih.

2 thoughts on “Hati-Hati dalam Mengambil Sumber”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s