Virus Ta’ashub

Virus ta’ashub (fanatik golongan) dapat menjangkiti siapa saja. Jangankan orang awam seperti kita, orang-orang yang dianggap berada pada level “ustadz”, “kiyai”, “ulama“, atau “masyaikh” pun dapat berpeluang terkena serangan virusnya.

Fanaticism
Fanaticism

Ciri orang yang terjangkit virus ta’ashub adalah selalu membanggakan diri dan kelompoknya serta selalu menganggap rendah orang lain atau kelompok yang tidak sesuai dengan diri dan kelompoknya. Padahal bisa jadi, orang atau kelompok yang dianggap rendah tersebut sedang menggetarkan ‘Arsy ar Rahmaan disebabkan kemuliaan amal-amalnya yang mencapai langit ketujuh, namun kita tidak melihatnya.

Bila nasihat datang kepadanya, ia tidak akan melihat isinya, melainkan siapa yang berbicara kepadanya. Bila orang yang memberikan nasihat adalah orang yang mendukung kelompoknya, maka ia akan menerimanya walaupun bathil. Sebaliknya, bila orang yang memberi nasihat adalah orang yang bersebrangan dengan kelompoknya, maka ia menganggap nasihat tersebut sebagai cacian, makian, dan pem-“bully”-an diri dan kelompoknya, walaupun semua itu adalah al haqq serta telah disampaikan dengan penuh cinta dan kelembutan.

Data, fakta, dan kesalahan kelompoknya akan ia bela habis-habisan, walaupun harus mengakali Al Quran atau memelintir hadits, tidak masalah baginya, yang terpenting kelompoknya selalu “terasa benar”. Bila kesalahan ada pada kelompok yang bersebrangan dengannya, maka ia akan menyerangnya habis-habisan. Kebenciannya akan meluap, sebagaimana kebenciannya kepada orang-orang kafir. Bahkan, seringkali lebih dari itu. Tidak heran bila kata-kata buruk akan mudah sekali mengalir dari lisan orang-orang yang ta’ashub, baik secara tersurat ataupun tersirat.

Pada akhirnya, ia berdiri menghunus pedang kepada sesama muslim dan mendiamkan orang-orang kafir. Bahkan ia dengan entengnya bergandengan dengan orang kafir. Duduk bersamanya, bercengkrama dengannya, dan bekerjasama dengannya. Sedangkan hak terhadap sesama muslim telah jauh diabaikan.

Maka dari itu, berhati-hatilah karena ta’ashub akan melahirkan berbagai keburukan yang akan menghancurkanmu serta al kibr (kesombongan) yang akan menderamu, sedangkan hati yang diliputi al kibr (kesombongan), walau sebesar biji dzarrah, tidak akan pernah memasuki Jannah.

Semoga Allah membersihkan hati ini dari debu-debu ta’ashub, ‘ujub, dan al kibr (kesombongan)… Aamiin

SOURCE : MY TIMELINE

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s