Niat Menghalalkan Segala Cara?

Niat yang baik bukan berarti menghalalkan segala macam cara dan berbagai bentuk perantara yang dinilai dapat menjadi jalan untuk mencapai tujuan. Allah telah menetapkan garis lurus yang wajib ditempuh oleh setiap muslim dalam rangka membela dan menolong diin-Nya. Jalan yang panjang, terjal, dan berliku menjadi penghias perjuangan. Hanya kesabaran dan keikhlasan yang bisa menjadi obat pelipur lara, karena menggenggam kebenaran di akhir zaman ibarat menggenggam bara.

Lalu, sebagian manusia telah kelihangan kesabaran. Dengan modal ketulusan, mereka mencari jalan-jalan yang dinilai cepat dan tepat. Bagi mereka, jalan apapun itu boleh ditempuh selama dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Bahkan, seringkali dijumpai mereka mengiba kepada Ahli Kitab dan berusaha untuk merangkul mereka. Mengapa? Karena Islam rahmatan lil ‘alamin menurutnya.

Saudaraku yang dimuliakan Allahu Ta’ala. Bukankah telah sampai firman Allah kepadamu,

وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلا نَصِيرٍ (١٢٠)

Artinya : “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepadamu sebelum kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah, “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)”. dan jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” [QS. Al-Baqarah, 2 : 120]

Perhatikan penjelasan Al-Imam Ibn Jarir Ath-Thabari yang dikutip oleh Al-Hafidzh Ibn Katsir tentang ayat [وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ] :

Wahai Muhammad, orang Yahudi dan Nasrani (Kristen) selamanya tidak akan rela padamu. Maka, berhentilah mengharap kerelaan dan kesepakatan mereka. Dan fokuslah mengharap ridha Allah dalam mendoakan mereka untuk menerima kebenaran yang diamanahkan Allah padamu. -selesai perkataan beliau-

Maka, bermallah kalian dengan amal yang dicintai Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah akan melihat amalan kalian. Lalu, biarkan iman dan amal shalih itu yang menjadi wasilah kita dalam meraih kemenangan. Mengapa demikian?

Karena kemenangan adalah milik Allah dan Allah tidak akan memberikannya kecuali kepada orang beriman dan beramal shalih.

Karena hakikatnya kalian berperang dengan bekal iman dan amal shalih kalian.

Wallaahu a’lam.

Source : https://www.facebook.com/alfadhl87/posts/456005741194605?notif_t=like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s