Tabayyun

Kadang tabayyun itu diartikan sepihak, ini tidak adil.

Saat seseorang berkata kepada orang lain: “Tutuplah aib saudaramu di depan umum!” Tapi ternyata dia sendiri sedang membuka aib saudaranya di depan umum….

Saat seseorang berkata : “Antum kenapa mengingatkan orang lain di depan umum? Harusnya dalam kesendirian!” Tanpa sadar iapun sedang mengingatkan saudaranya di depan umum bukan dalam kesendirian.

Juga kadang permintaan maaf itu tidak ada artinya, saat ego dan hawa mendominasi jiwa. Hal ini disebabkan kita terlalu reaktif dan tidak bisa menahan diri untuk bersabar sejenak. Padahal banyak tanda-tanda lain yang memberikan arti positif dari apa yang tampak. Sungguh benar, mata begitu terbatas memandang…

Ah, semoga kata maaf bersambut lembut tuk memaafkan. Diri terlampau hina dari apa yang terbayang. Bila kalian tahu apa yang aku dan Allah tahu tentang diriku, niscaya kalian akan melempariku dengan batu, tanah, bahkan kotoran.

Namun, kesalahan adalah sebuah jenjang dalam kehidupan… Tidak ada pelajaran bagi manusia bila kita selalu benar. Maha Suci Allah yang menciptakan kita apa adanya, tidak sesuci Malaikat namun juga tidak sehina binatang apalagi setan.

Semoga semangat mengingatkan ini bukan karena hizbiyyah atau fanatisme, tapi karena cinta kepada kebenaran. Barakallahu fiikum…🙂

 

SURCE : https://www.facebook.com/#!/alfadhl87/posts/415038095291370?notif_t=like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s