Ikhlas Saja Belum Cukup…

Sunnah bukan pilihan
Sunnah bukan pilihan
ثنا إبراهيم بن الأشعث قال سمعت الفضيل بن عياض يقول في قوله لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلاً قال أخلصه وأصوبه فانه إذا كان خالصا ولم يكن صوابا لم يقبل وإذا كان صوابا ولم يكن خالصا لم يقبل حتى يكون خالصا والخالص إذا كان لله والصواب إذا كان على السنة
Dari Ibrahim bin Al ’Asy’ats, beliau berkata aku mendengar Al Fudhail bin ’Iyadh berkata tentang firman Allah : [Supaya Dia menguji kamu, siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya] beliau berkata: ‘Maksudnya, dia ikhlas dan benar dalam melakukannya. Sebab amal yang dilakukan dengan ikhlas tetapi tidak benar maka tidak akan diterima. Dan jika dia benar, tetapi tidak ikhlas maka amalnya juga tidak diterima. Adapun amal yang ikhlas adalah amal yang dilakukan karena Allah, sedang amal yang benar adalah bila dia sesuai dengan Sunnah Rasulullah”.

[Atsar ini dikutip pula oleh Al Lalika`i dalam Syarah Ushul Itiqad (3/407), Al Baghawi dalam Tafsir (5/125-124), Ibn Rajab dalam Jami Al Ulum wal Hikam (3/20 –Tahqiq Dr. Mahir), dan lainnya. Lihat pula perkataan Ibn Katsir semisal ini dalam Tafsirnya (I/231)]

Merajut keikhlasan bukanlah yang mudah, dan meniti sunnah Rasulullah juga bukan jalan yang tidak sulit. Namun, bila kita yakin bahwa inilah kebenaran, sungguh… Yang manis akan terasa begitu manis setelah mengecap yang pahit… Itulah mengapa jalan ini penuh onak dan duri… Itulah mengapa jalan ini seolah panjang tidak berujung… Karena Jannah begitu manis…

Wallahu a’lam…

SUMBER DI SINI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s