Gumam… Ini Hanya Sekedar Gumam…

Ketika kemashlahatan dipertuhankan, syari’at pun rela dipangkas menjadi korban…

Apakah kemenangan dalam sebuah pesta begitu berarti? Sehingga harus dibayar dengan menghidupkan budaya jahiliy?

Atau hati kita yang sebenarnya telah mati, karena tidak sanggup melihat kebenaran haqiqi.

Riuh gemuruh takbir, t’lah bercampur dengan alunan seruling setan yang bergema. Adakah gurat dalam wajah ini terlihat? Ataukah syair pengganti dzikir telah meluluhlantakkan jiwa yang dahulu masih suci?

Kupandangi para prajurit itu… Wajah penuh keikhlashan yang terus melangkah di samping jurang. Adakah tangan penuh kasih yang akan merangkul mereka? Ataukah jurang neraka kini terasa seperti syurga?

Gumam, ini hanya gumam… Sekedar melepas gundah sebelum mata menyampaikan salamnya pada kelam…

Gumam, ini hanya gumam… Sekedar melepas lelah, saat penat menggerogoti kepala hingga ke sekujur badan…

Gumam… sekali lagi, ini hanya gumam…

Source : http://m.facebook.com/?_rdr#!/100003555485295/timeline/story?ut=2&hash=-1004870313991996147&wstart=1359705600&wend=1362124799&ustart&ref=m_notif&notif_t=group_comment&__user=100003555485295

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s