Yaa Rabb… Lapangkan Dada Ini…

Saat hati menutup matanya, saat telinga tuli mendengar… Saat nasihat dianggap menghujat, saat kritik dianggap mencaci.

Ada apa dengan hati? Kenapa ia mudah luluh saat didatangi orang yang kita sukai dan keras membatu di hadapan orang yang kita benci?

Apakah kebenaran hanya datang dari satu arah, atau dapat muncul di mana saja? Bukankah Rasul pernah membenarkan informasi dari Iblis dan Syaithan? Bila demikian, mungkin hati kita yang terlalu buta…

“Ketika datang dari yang tercinta… Semua kata jadi berharga…
Ketika datang dari yang dibenci… Kebenaran pun menjadi tak berarti…”

Yaa Allah mudahkan hati kami dalam menerima petunjukMu… Aamiin…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s