Fiqih Da’wah

Di antara kebanyakan kasus yang terjadi di tengah-tengah aktivis da’wah, bukan semata-mata disebabkan karena buruknya konten. Begitu banyaknya terjadi penolakan masyarakat terhadap seruan da’wah seringkali terjadi disebabkan oleh gaya bahasa dan cara penyampaian yang tidak tepat, padahal Rasul sendiri telah menegaskan bahwa dalam menyampaikan da’wah harus bi lughati qawmihim (dengan bahasa kaumnya) dan dalam bahasa yang lain, ‘alaa qadri ‘uquulihim (sesuai dengan kadar pemikiran mereka). Mengapa demikian?

Karena mengikuti sebuah pepatah arab, likulli maqaamin maqaalun wa likulli maqaalin maqaamun… (Untuk setiap tempat ada kata-kata [yang tepat] dan untuk setiap perkataan ada tempat [yang tepat]. Inilah yang disebut dengan fiqih da’wah. Fiqih da’wah yang benar akan mengajarkan kepada kita untuk bagaimana mempertemukan antara kebenaran (konten) dengan ketepatan (cara dan gaya menyampaikan).

Bila ini dipahami dengan baik, niscaya akan ada perubahan pola penerimaan yang muncul dari dalam diri masyarakat. Saat hati mereka tersentuh, maka yakinlah bahwa apa yang disampaikan akan menjadi lebih mudah diterima.

Wallahu a’lam…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s