Fitnah Ahlas, Sarra’, dan Duhaima

 

عَنْ عُمَيْرِ بْنِ هَانِئٍ الْعَنْسِيِّ ، قَالَ : سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ ، يَقُولُ : كُنَّا قُعُودًا عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ ، فَذَكَرَ الْفِتَنَ فَأَكْثَرَ فِي ذِكْرِهَا حَتَّى ذَكَرَ فِتْنَةَ الْأَحْلَاسِ ، فَقَالَ قَائِلٌ : يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا فِتْنَةُ الْأَحْلَاسِ ؟ قَالَ : ” هِيَ هَرَبٌ وَحَرْبٌ ، ثُمَّ فِتْنَةُ السَّرَّاءِ ، دَخَنُهَا مِنْ تَحْتِ قَدَمَيْ رَجُلٍ مِنْ أَهْلِ بَيْتِي يَزْعُمُ أَنَّهُ مِنِّي ، وَلَيْسَ مِنِّي ، وَإِنَّمَا أَوْلِيَائِي الْمُتَّقُونَ ، ثُمَّ يَصْطَلِحُ النَّاسُ عَلَى رَجُلٍ كَوَرِكٍ عَلَى ضِلَعٍ ، ثُمَّ فِتْنَةُ الدُّهَيْمَاءِ ، لَا تَدَعُ أَحَدًا مِنْ هَذِهِ الْأُمَّةِ إِلَّا لَطَمَتْهُ لَطْمَةً ، فَإِذَا قِيلَ : انْقَضَتْ ، تَمَادَتْ يُصْبِحُ الرَّجُلُ فِيهَا مُؤْمِنًا ، وَيُمْسِي كَافِرًا ، حَتَّى يَصِيرَ النَّاسُ إِلَى فُسْطَاطَيْنِ ، فُسْطَاطِ إِيمَانٍ لَا نِفَاقَ فِيهِ ، وَفُسْطَاطِ نِفَاقٍ لَا إِيمَانَ فِيهِ ، فَإِذَا كَانَ ذَاكُمْ فَانْتَظِرُوا الدَّجَّالَ ، مِنْ يَوْمِهِ ، أَوْ مِنْ غَدِهِ ” أبو داود

Dari ‘Umair bin Hani Al ‘Ansiy. Ia berkata: Aku mendengar ‘Abdullah bin ‘Umar berkata: “Pada suatu hari kami sedang duduk bersama Rasulullah –shallallahu ‘alayhi wa sallam-. Beliau memberikan peringatan tentang fitnah-fitnah (ujian di akhir zaman) yang banyak bermunculan, sampai beliau menyebutkan Fitnah Ahlas, seseorang bertanya : “Wahai Rasulallah, apa yang dimaksud fitnah ahlas? Beliau menjawab : “Yaitu fitnah pelarian dan peperangan. Kemudian  Fitnah Sarra’, kotoran atau asapnya berasal dari bawah kaki seseorang dari Ahlubaitku, ia mengaku bagian dariku, padahal bukan dariku, karena sesungguhnya waliku hanyalah orang-orang yang bertaqwa. Kemudian manusia bersepakat pada seseorang seperti bertemunya pinggul di tulang rusuk, kemudian Fitnah Duhaima’ yang tidak membiarkan ada seseorang dari umat ini kecuali dihantamnya. Jika dikatakan : ‘Ia telah selesai’, maka ia justru berlanjut, di dalamnya seorang pria pada pagi hari beriman, tetapi pada sore hari men­jadi kafir, sehingga manusia terbagi menjadi dua kemah, kemah keimanan yang tidak mengandung kemunafikan dan kemah kemunafikan yang tidak mengandung keimanan. Jika itu sudah terjadi, maka tunggulah kedatangan Dajjal pada hari itu atau besoknya. [HR. Abu Dawud]

 

FITNAH AHLAS

Kata Ahlas merupakan bentuk plural dari kata “hilsun ” atau “halasun”, yaitu alas pelana atau kain di punggung unta yang berada di bawah pelana. Fitnah ini diserupakan dengan alas pelana karena ada persamaan dari sisi terus menerus menempel / terjadi.

Tentang realita fitnah Ahlas ini, sebagian ada yang berpendapat bahwa ia sudah terjadi semenjak zaman para sahabat, dimana Al Faruq ‘Umar bin Al Khaththab adalah merupakan dinding pembatas antara kaum Muslim­in dengan fitnah ini, sebagaimana yang diterangkan Nabi Shallallahu ‘Alayhi wa Sallam ketika beliau berkata kepada ‘Umar: “Sesungguhnya antara kamu dan fitnah itu terdapat pintu yang akan hancur.”[HR. Bukhari dan Muslim]

Dan sabda Rasul Shallallahu ‘Alayhi wa Sallam ini memang menjadi kenyataan dimana ketika ‘Umar baru saja meninggal dunia, hancurlah pintu tersebut dan terbukalah fitnah ini terhadap kaum Muslimin dan ia tidak pernah berhenti sampai sekarang.

Kekayaan : Sementara dan Fana

FITNAH SARRA’

Adapun Fitnah Sarra’, Imam Ali Al Qaari menyatakan ; yang di maksud dengan fitnah ini adalah nikmat yang menyenangkan manusia, berupa kesehatan, kekayaan, selamat dari musibah dan bencana. Fitnah ini di sambungkan dengan Sarra’ karena terjadinya di sebabkan oleh kemaksiatan, karena kehidupan yang bermewah mewah yang hal tersebut menyenangkan musuh dalam artian umat Islam jadi terlena dengan kehidupan tersebut sehingga apabila agamanya di hina tidak ada sedikitpun terdetik di hatinya untuk membelanya (jika dirinya, keluarganya di hina, golongannya atau benderanya di hina ia akan cepat naik darah. Akan tetapi jika pada gilirannya Allah dan RasulNya di hina, Islam dihina dan dilecehkan, banyak darah kaum muslimin yang tertumpah sia sia ia diam seribu bahasa, sedikitpun tidak ada pembelaan sampai do’apun tidak). Demikian Imam Ali Al Qaari menjelas fitnah tersebut.

Di antara realita fitnah Sarra’ adalah : merebaknya kejahatan, pembunuhan, perzinaan, khamr, dan musik. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alayhi wa Sallam :

لَيَكُونَنَّ مِنْ أُمَّتِي أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّونَ الْحِرَ وَالْحَرِيرَ وَالْخَمْرَ وَالْمَعَازِفَ، وَلَيَنْزِلَنَّ أَقْوَامٌ إِلَى جَنْبِ عَلَمٍ يَرُوحُ عَلَيْهِمْ بِسَارِحَةٍ لَهُمْ، يَأْتِيهِمْ يَعْنِي الْفَقِيرَ- لِحَاجَةٍ فَيَقُولُونَ: ارْجِعْ إِلَيْنَا غَدًا، فَيُبَيِّتُهُمُ اللهُ وَيَضَعُ الْعَلَمَ وَيَمْسَخُ آخَرِيْـنَ قِرَدَةً وَخَنَازِيرَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.

“Akan datang pada umatku beberapa kaum yang menghalalkan zina sutra, khamr (minuman keras) dan alat musik, dan sungguh akan menetap beberapa kaum di sisi gunung, di mana (para pengembala) akan datang kepada mereka dengan membawa gembalaannya, datang kepada mereka -yakni si fakir- untuk sebuah keperluan, lalu mereka berkata, ‘Kembalilah kepada kami esok hari.’ Kemudian Allah menghancurkan mereka pada malam hari, menghancurkan gunung dan merubah sebagian mereka menjadi kera dan babi sampai hari Kiamat.” [Shahiih al-Bukhari, kitab al-Asyrubah, bab Ma Jaa-a fiiman Yastahillul Khamra wa Yusammihi bighairi Ismihi (X/51, Al Fath]

Ibnu Hazm rahimahullah menyebutkan bahwa hadits ini Munqathi, tidak bersambung (sanadnya) antara al-Bukhari dan Shadaqah bin Khalid. Namun Al ‘Allamah Ibnul Qayyim rahimahullah membantahnya.

Juga sabda Rasul:

عَنْ ‏ ‏أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ ‏ ‏قَالَ ‏: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ‏ ‏صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ‏: ‏إِنَّ ‏ ‏مِنْ ‏ ‏أَشْرَاطِ السَّاعَةِ ‏ ‏أَنْ يُرْفَعَ الْعِلْمُ وَيَثْبُتَ الْجَهْلُ وَيُشْرَبَ الْخَمْرُ وَيَظْهَرَ الزِّنَا . رواه البخاري ومسلم.

Daripada Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu katanya; Sabda Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam: “Sesungguhnya antara tanda-tanda kiamat itu ialah; diangkat ilmu (agama), tersebar kejahilan (terhadap agama), arak diminum (secara berleluasa), dan zahirnya zina (secara terang-terangan)”. [Riwayat AlBukhari no. 78 dan Muslim no. 4824]

Terjadinya fitnah sarra’ ini diawali oleh seorang yang secara nasab bersambung kepada Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam (Ahlul Bait). Namun perilakunya yang menyebabkan bencana ini menjadikannya tidak bisa dianggap bagian darinya.

Beliau juga mengatakan bahwa boleh jadi yang dimaksud “yaz’umu annahu minni” adalah mengklaim bahwa apa yang dikerjakan adalah datang dari Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam, meskipun jika dilihat dzahir nash-nya adalah benar-benar mengaku secara nasab.


FITNAH DUHAIMA’

Jika untuk kedua fitnah di atas Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam hanya menjelaskan secara singkat, maka untuk Fitnah Duhaima beliau saw memberikan penjelasan yang lebih rinci. Ada beberapa ciri khusus dari fitnah ini yang tidak dimiliki oleh fitnah sebelumnya.

  1. Fitnah ini akan menghantam semua umat islam (lebih khusus lagi pada bangsa Arab). Tidak seorangpun dari warga muslim yang akan terbebas dari fitnah ini. Beliau menggunakan lafadz “lathama” yang bermakna menghantam, atau memukul bagian wajah dengan telapak tangan (menempeleng/menampar). Kalimat ini merupakan gambaran sebuah fitnah yang sangat keras dan ganas.
  2. Fitnah ini akan terus memanjang, dan tidak diketahui oleh manusia kapan ia akan berakhir. Bahkan ketika manusia ada yang berkata bahwa fitnah itu sudah berhenti, yang terjadi justru sebaliknya; ia akan terus memanjang dan sulit diprediksi kapan berhentinya. Inilah maksud ucapan beliau : Jika dikatakan : ‘Ia telah selesai’, maka ia justru berlanjut.
  3. Efek dahsyat yang ditimbulkan oleh fitnah ini, yaitu munculnya sekelompok manusia yang di waktu pagi masih memiliki iman, namun di sore hari telah menjadi kafir. Ini merupakan sebuah gambaran tentang kerasnya fitnah tersebut.
  4. Terbelahnya manusia (muslim) dalam dua kelompok/kemah besar. Satu kelompok berada di kemah keimanan dan kelompok lainnya berada di kemah kemunafiqan.

Untuk lebih jelasnya, mudah-mudahan uraian di bahwa ini bisa menyingkap misteri yang masih menyelimuti fitnah ini.

Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam menggambarkan bahwa fitnah ini bersifat menghantam seluruh umat ini (hadzihi ummah). Umat yang dimaksudkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam dalam hadits tersebut sudah pasti bermakna umat Islam. Namun, apakah ia khusus untuk bangsa Arab (dimana yang diajak bicara oleh Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam saat itu adalah para sahabat yang merupakan orang Arab) ataukah berlaku umum untuk seluruh manusia?  Jika melihat keumuman lafadz, maka kedua makna tersebut adalah benar adanya. Fitnah tersebut bisa menimpa kepada setiap muslim baik Arab maupun ‘ajam, sebab dalam nash tentang hadits fitnah Duhaima’ Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam tidak menyebut lafadz khusus Bangsa Arab. Lalu, fitnah seperti apa yang pernah menimpa seluruh umat Islam dan terkhusus umat Islam dari bangsa Arab?

1.      Fitnah Ghazwul Fikri (perang ideologi)

Pengaruh asing, dari mulai filsafat Yunani, sekularisme, liberalisme, atau demokrasi, merajalela di seluruh belahan bumi Arab secara khusus, dan umat Islam secara umum. Bahkan hingga kini, berbagai macam isme ini telah menggantikan syari’at Islam dalam setiap lini kehidupan, sehingga tidak ada satupun yang sanggup keluar darinya. Ini merupakan ciri khas fitnah Duhaima’ sebagaimana yang dijelaskan oleh Rasulullah. Begitupun bahwa fitnah ini dapat menyebabkan murtadnya seseorang dari diinil Islam karena berpalingnya mereka dari ajaran yang haqiqi serta terjadi dalam waktu yang sangat panjang yang tidak bisa ditentukan kapan berakhirnya.

Bush : “Bersama Kami atau Teroris”

2.      Fitnah “Terorisme”

Kita lihat fakta di lapangan hari ini, bahwa Fitnah Terorisme memiliki beberapa kesamaan sifat dan ciri dengan fitnah duhaima’. Fitnah Terorisme juga memakan waktu yang sangat panjang. Dahulu orang memperkirakan hanya akan memakan waktu sekitar 6 tahun saja, akan tetapi hingga saat ini juga masih berlangsung .

Ciri fitnah duhaima’ selanjutnya, menjadikan manusia mudah murtad. Demikian pula fitnah terorisme hari ini yang dengan mudahnya orang melakukan kemurtadan. Sedangkan kemurtadan yang paling mencolok dari fitnah terorisme hari ini adalah loyalitas kepada orang orang kafir serta tolong menolong dengan mereka dalam memerangi umat Islam. Sehingga Umat Islam terpecah menjadi dua kubu ; Kubu mukmin dan kubu munafiq. Yang mungkin kubu munafiq ini adalah setiap orang yang mengaku muslim tetapi tunduk dan suka rela bekerja sama dengan orang kafir (baik itu di lakukan dengan lisannya saja maupun dengan seluruh potensi yang di miliki dia kerahkan).

Wallahu a’lam bish shawab

Al Fadhli, Dikutip dari berbagai sumber

Lihat juga : ALFITAN

4 thoughts on “Fitnah Ahlas, Sarra’, dan Duhaima”

  1. WAHAI PARA IKHWAN SIAPKAN KEKUATAN MILITER UNTUK MENGHADAPI MODUS OPERANDI PEMERINTAH SETAN
    Surat Al Maa-idah ayat 51 :
    “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.”
    Maksudnya, jangan sekali-kali kita umat muslim menjadikan orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin kita, menjadikan mereka tempat bertanya, menjadikan mereka konsultan, tempat meminta nasihat dst, jangan.
    Selanjutnya dalam ayat tersebut, justru ini yang sangat mengkhawatirkan bagi seorang muslim, yaitu : Barangsiapa yang mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang tersebut sudah menjadi bagian dari kelompok mereka. Artinya menjadi Yahudi dan Nasrani. Dan bagi orang yang demikian itu Allah tidak akan memberikan petunjuk, karena mereka telah dzolim. Na’udzubillahi min dzalik !.
    KEBENGISAN YAHUDI-SALIBIS TERHADAP ISLAM
    Fakta Terkini Penghancuran dan Penindasan Umat Islam di Bosnia, Algeria, Tunisia, Eritrea, Mesir, Afghanistan, Turkistan Timur, Chechnya, Thailand, Filipina, Myanmar dan juga Sudan.
    Kejahatan Bangsa Nasrani Barat Orang-orang Serbia di Bosnia,
    Kejajatam Bangsa Hindu (Paganis) di Kashmir,
    Kejahatan Nasrani Timur (Rusia) di Caucasus,
    Kejahatan Rejim-rejim (penguasa Sekular) penindas yang menentang umat Islam di negara-negara seperti Algeria, Mesir, dan Maghribi, Indonesia dan Malaysia kesemuanya bertindak dengan logik yang sama, strategi yang serupa, dan Menggunakan modus operandi yang sama. Faktor asasnya ialah mereka semua anti Agama Islam.
    AS meski mayoritas Nasrani tapi dikuasi oleh lobi Zionis Yahudi (Keluarga Rothschild dan Rockefeller). Sebab itu AS mendukung penuh Israel (Yahudi).
    Israel merampas tanah Palestina dan membunuh banyak Muslim di sana.
    AS menyerang Afghanistan, Iraq, dan sebetulnya membunuhi penduduk Pakistan dan juga Yaman. Jutaan Muslim tewas karenanya.
    Saat menyerang Iraq, AS dibantu Arab Saudi (Wahabi) yg meminjamkan Pangkalan Militer.
    Sehingga jet tempur AS yg jangkauannya cuma 2000 km bisa leluasa membomi Iraq.
    Saat menyerang Afghanistan, AS dibantu Pakistan.
    Itu adalah kenyataan yang terjadi. Hanya orang munafik yang dekat dengan kaum Yahudi dan Nasrani yang saat ini tengah memusuhi Islam dan membantai ummat Islam:
    Ingat Firman Allah SWT dalam QS. Al-Maaidah:52
    Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: Kami takut akan mendapat bencana. Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka
    rahasiakan dalam diri mereka.
    Koalisi Salibis-Yahudi adalah negara-negara AS, Inggris, dan Perancis,
    Bangsa Nasrani yang Ada Di Barat : Amerika dan Eropa Barat, baik protestan dan katolik,
    Bangsa Nasrani yang Ada di timur : Rusia, dan Arab (ortodoks), Hindu, Cina, jepang (kaum paganis) , dan syiah (Iran), Arab Saudi
    Rezim-rezim Sekuler lokal (status formal muslim), Arab maupun Non Arab
    Para penguasa diktator (Rezim lokal) , setiap hari menjebloskan ratusan ulama dan pemuda Islam ke dalam sel-sel penjara.
    Hukum memerangi para thoghut (Rezim Lokal status formalnya muslim) adalah wajib
    Musuh-musuh Islam baik dari kalangan Yahudi dan Nasrani serta para penguasa (Rezim Lokal) adalah antek-antek Iblis yang tidak melarang, mengeluarkan Zakat, pergi haji ,shalat dan berpuasa Akan tetapi, tetapi mereka menjadi fasik karena mencampuradukkan yang hak dengan yang bathil. karena memakai sebagian ajaran Islam dan memakai pula hukum-hukum yang berlawanan dengan Hukum Islam.
    Maka Pemerintah yang demikian adalah SETAN dan menjadi musuh Islam
    Firman Allah dalam QS Al-Baqarah 168 dan Al-A’Raaf 27
    Sesungguhnya syaitan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui.
    WAJIB PERANG !
    Dalam Surat Al Baqarah ayat 216 Allah subhanahu wata’ala berfirman:
    “Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”
    Ayat tersebut menunjukkan bahwa berperang itu status hukumnya Wajib bagi setiap muslim. Sama dengan perintah shaum : Diwajibkan atas kamu shaum (di bulan Romadhon).
    Kondisi dunia sekarang mirip dengan Hadits berikut ini, Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasalam bersabda : “Bersegeralah kalian beramal sebelum datangnya fitnah demi fitnah seperti malam yang gelap-gulita”.
    DIBUKA PENDAFTARAN MILITER
    PASUKAN KOMANDO BENDERA HITAM WILAYAH ASIA TENGGARA
    NEGARA KHILAFAH ISLAM AD DAULATUL ISLAMIYAH MELAYU
    Al Qur`an adalah manhaj (petunjuk jalan) bagi para Da`i yang menempuh jalan dien ini sampai hari kiamat, Kami akan bawa anda untuk mengikuti jejak langkah penghulu para rasul Muhammad SAW dan pemimpin semua umat manusia.
    Hai kaumku (Bangsa Islam) ikutilah aku, aku akan menunjukan kepadamu jalan yang benar (QS. Al-Mu’min :38)
    Wahai para Ikwan Akhir Zaman Mari Bertempur dan Berjihad dalam Naungan Pemerintah
    Khilafah Islam
    Email Pendaftaran Militer Islam : angsahitam@inbox.com
    Disebarluaskan
    MARKAS BESAR ANGKATAN PERANG
    PASUKAN KOMANDO BENDERA HITAM
    KHILAFAH ISLAM AD DAULATUL ISLAMIYAH MELAYU

  2. Tolong dikoreksi pendapatku ini berdasarkan pemahamanku tentang hadits2 yg kubaca dan juga pendapat2 Ulama:

    1. Ummat Islam akan mengalami Fitnah Ahlas.

    2. Lalu Fitnah As Sarro.

    3. Lalu Fitnah Duhaima, yg datang semacam gelombang di laut (datang dan pergi, dan berulang-ulang sebanyak X kali, dimana fitnah sesudahnya selalu lebih besar dari sebelumnya).
    Di penghujung Fitnah Duhaima akan ada:

    3.(X+1). Fitnah Syam yang berlangsung selama 12 tahun. (Fitnah Syam adalah bagian dari Fitnah Duhaima).

    3.(X+2). Setelah itu akan muncul Sufyani dari reruntuhan Damaskus.

    3.(X+3). Setelah itu mengeringnya Sungai Eufrat lalu menampakkan emasnya. Yang mengakibatkan terjadinya kematian 99 dari 100 orang yg berebut emas itu.

    3.(X+4). Setelah itu kematian Seorang Pemimpin di tanah Arab, lalu terjadi perebutan “perbendaharaan” antara 3 anak Pemimpin. Dalam ini aku menyangka Muhammad Bin Nayef bin Abdul Aziz bin Abdul Azizakan menggantikan Raja Salman bin Abdul Aziz . Lalu Muhammad Bin Nayef meninggal Dunia. maka terjadilah perebutan kekuasaan antara Mutaib Bin Abdullah(Ministry of Saudi Arabia National Guard), Muhammad Bin Salman (Ministry of Defence) dan Mr Abdul Aziz bin Fahd (Ministry of Interior). Lalu terjadi kekacauan di Saudi Arabis

    3.(X+5).Orang ISIS atau Syiah akan menyerang Mina di musim haji.

    4.1. Saat itulah 313 orang yg tidak saling kenal akan memaksa Muhammad Bin Abdullah seorang keturunan Nabi untuk di baiat. Tapi beliau menolak, maka terjadilah kejar-kejaran antara 313 orang ini dengan Imam Mahdi. Yg akhir Imam Mahdi di paksa untuk menerima baiat atau di bunuh di dekat maqama Ibrahin dan Hajar Aswad.

    4.2. Saat itulah Sufyani akan mengirimkan bala tentara yg besar dari arah Syam. yang kemudian di telan bumi di Baida.

    4.3. Panji Hitam dari Yaman, dari Syam , dari Iraq dan dari Khurasan akan menuju ke Imam Mahdi untuk membaiat.

    4.4. Seorang keturunan Bani Quraish yg paman dari ibu adalah Bani Kalb akan menyerang Imam Mahdi. Dan bani Quraish ini kalah.

    4.5. Lalu Imam Mahdi akan menundukkan Persia (Republik Syiah Iran).

    4.6. Lalu Imam Mahdi akan mengadakan perjanjian damai dengan NATO lalu berperang dengan Koalisi Russia.

    4.7. Setelah menang, NATO akan mendeklare NATO telah menang. maka terjadilah perang Al Malhamah Kubra. Dimana NATO akan datang dengan 80 bendera, masing2 bendera 12rb pasukan. Termasuk bendera Israel ikut disana. Dan Imam Mahdi memenangkan Peperangan ini.

    4.8. Setelah menang di Syam maka Imam Mahdi akan menaklukkan kota heraklius (Istambul Turkey).

    4.9. Saat itulah ada pendusta berteriak. bahwa Dajjal telah muncul di Syam. (Padahal Belum).

    4.10. Imam Mahdi buru-buru balik ke Syam dan tidak menemukan Dajjal.

    4.11. Saat itulah Dajjal muncul di kota Isfahan bersama 70 ribu yahudi ortodoks.

    4.12. Singkat cerita Dajjal menguasai dunia kecuali Mekkah Madinah, Baitul Maqdis, dan Damaskus/Gautah dan daerah-daerah terpencil (atas gunung /dalam hutan dimana mukminin bersembunyi dari Dajjal).

    4.13. Ketika mau sholat Shubuh turunlah nabi Isa Alaihis salam.

    tolong saya dikoreksi dengan hadits hadits shahih.

    1. Urutannya demikian, tapi untuk memastikan siapa nama2nya masih terlalu dini mengambil kesimpulan. Apalagi, sekarang peta politik Saudi juga mulai berubah.

      NATO, apakah pada masa Imam Mahdi masih ada atau sudah tidak ada, kita tidak tahu.

      Koalisi Rusia? Atau koalisi Syiah/ Iran. Karena haditsnya justru menyebut Persia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s