DSC01985

Karena Cinta Adalah Taqdir

Pada hari itu, kebahagiaan benar-benar menyelimuti Bilqis. Saat-saat yang dinantikan akhirnya tiba menghampiri gadis manis berusia 21 tahun ini. Seorang lelaki shalih yang terkenal dengan kebaikannya pun telah mengucapkan akad untuk setia di bawah naungan cinta. Ikatan suci tlah terpatri tuk mengarungi kehidupan ini. Dialah Ayyasy yang seolah telah memberikan arti hidup dalam kehidupannya.

Malam itu, Bilqis bertanya kepada Ayyasy, “Apakah kau benar-benar mencintaiku?”

“Tentu saja wahai istriku.” Kata Ayyasy… “Aku bisa membuktikannya…” Katanya lagi…

“Mengapai engkau memililhku?” Tanya Bilqis kembali…

“Haruskah ada alasan untuk memilih dan menyukaimu?” Ayyasy balik bertanya…

“Bukankah segala sesuatu memiliki alasan dan sebab?” Kata Bilqis…

“Aku pikir tidak demikian.” Kata Ayyasy.

“Engkau bahkan tidak menyebutkan alasannya, bagaimana mungkin engkau dapat berkata mencintaiku?” Tanya Bilqis kembali…

“Aku sungguh tidak dapat menyebutkan alasannya. Yang aku tahu bahwa aku menyukaimu, aku mencintaimu, dan aku bisa membuktikannya…” Ayyasy menjelaskan…

“Bukti? Tidak… Saya ingin engkau menjelaskan alasannya…” Bilqis sedikit memaksa Ayyasy.

“Hmmm… Baiklah…” Kata Ayyasy… “Aku akan mengatakannya, Hmm karena engkau cantik, karena suaramu enak didengar,
karena engkau penuh perhatian,
karena engkau mengasihi,
karena engkau bijaksana,
karena senyummu,
karena setiap gerakan yang ada pada dirimu…” Ayyasy menjelaskannya sambil tersenyum…

Bilqis pun tersenyum mendengar hal tersebut…

Sayangnya, beberapa hari kemudian, Bilqis mengalami kecelakaan berat, bahkan ia pun harus dirawat di ruang gawat darurat karena kondisinya telah mencapai koma.

Kondisi ini membuat Ayyasy sangat shock, ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Segala macam cara ia kerahkan untuk Bilqis, istrinya yang sangat ia cintai itu. Dalam lelahnya, ia mendampingi Bilqis dengan tetap tersenyum. Menanti separuh jiwanya kembali menatap sang surya. Saat menatap wajah Bilqis, Ayyasy teringat pertanyaan Bilqis malam itu… Maka Ayyasy pun berkata dengan lirih,

“Sayang, Karena suaramu yang merdu saya mencintaimu. Sekarang dapatkah engkau berbicara? Tidak…Oleh karena itu sekarang saya tidak bisa mencintaimu.

Karena engkau penuh perhatian dan peduli, maka saya menyukaimu. Sekarang engkau tidak dapat menunjukkannya, oleh karena itu saya tak dapat mencintaimu

Karena senyummu, karena setiap gerakanmumaka saya mencintaimu. Sekarang dapatkah engkau tersenyum? Dapatkah bergerak bergerak? Tidak! Karena itu saya tak dapat mencintaimu..

Jika cinta memerlukan alasan, seperti sekarang, maka tidak ada alasan lagi bagi saya untuk mencintaimu lagi.

Apakah cinta memerlukan alasan? TIDAK! Sama sekali tidak…

Oleh karena itu, saya masih tetap mencintaimu tanpa satupun alasan… Jikalau engkau masih bertanya tentang alasan itu, maka karena Engkau adalah istriku… Karena itu aku HARUS mencintaimu dan terus mencintaimu…”

*****

Ada pepatah yang menyatakan:

Jika engkau mencintai seseorang, jangan pernah menyesali apa yang engkau lakukan untuknya… Menyesallah atas apa yang tidak pernah kau lakukan…

Jika taqdir telah membawamu kepada cinta, maka yakinlah bahwa Tuhan akan menyertaimu dengan kekuatan-Nya…

Karena cinta adalah taqdir-Nya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s