Allah Pasti Menepati Djandjinja !

Penulis : Mohammad Natsir

Saudara pembatja,

Dalam menghadapi situasi jang kritis seperti dewasa ini kita hadapi, mungkin terdapat orang jang kurang kuat djiwanja, mendjadi putus asa atau nekat. Mendjadi orang jang „ja-is” atau mengambil langkah ,.tahlukah”. Ke-dua2-nja bukan sikap jang diridai Allah, tidak sesuai dengan iman jang dikandung oleh dada jang mu’min.

Kepada orang jang demikian itulah kuhadapkan sepatah kata ini. Bahwa situasi jang dihadapi oleh umat Islam dewasa ini kritis, memang ! Bahwa situasi itu pantas menggelisahkan, memang ! Bahwa karena itu umat Islam harus waspada, awas dan mengawasi, itulah sikap jang dengan sendirinja sudah djadi konsekwensi dari pada situasi itu.

Namun didalam kesibukan menjusun tenaga, membulatkan kesatuan umat untuk menghadapi segala kemungkinan, wadjiblah kita tin-djau, apakah situasi kritis jang kita hadapi sekarang ini, ada matjam tjontohnja didalam sedjarah perdjuangan umat Islam sepandjang tarich-nja 13 abad jang lampau itu.

Djawabnja : Ada, dan alangkah banjaknja ! Tetapi tjontoh2 jang bertemu dalam sedjarah itu, djauh lebih hebat dan lebih dahsjat. Situasi kritis jang menentang kita dewasa ini, sesungguhnja belumlah mentjapai taraf jang se-dahsjat2-nja, seperti jang pernah dilukiskan oleh Al-Quran didalam Ajat: „Hatta jaqularrasulu walladzina amanu ma’ahu mata nasrullah”. Situasi jang demikian dahsjatnja sehingga menjebabkan Rasulullah dan kaum Mu’minin jang menjertainja ber-tanja2 : „Bila akan datang djandji Tuhan memberi kemenangan ?” (Q.s. Al-Baqarah : 214).

Belum setaraf demikian, saudara pembatja, situasi kritis jang kita hadapi sekarang ini ! Meskipun mungkin akan sampai kepada taraf demikian ……….. , djika kita lengah dan tidak mengambil sunnah jang dipakai oleh Nabi Besar kita dan para Sahabatnja kaum Mu’minin itu.

Sjarat terpenting bagi mu’min dapat menghadapi segala matjam situasi kritis, ialah djiwa jang kuat, kepala jang dingin dan bersikap bukan putus asa dan bukan pula nekat melangkah ke „tahlukah”.

Dimulai dengan menguatkan djiwa, ialah djangan sedjenakpun kita lupa, bahwa iman kita itu membulat kepada kejakinan, bahwa djandji Allah nistjaja akan ditepati-Nja. Djandji2 Allah itu antara lain bertemu dalam Ajat: „Innallaha la jushlihu ‘amalal-mufsidin”. Bahwasanja Allah tidak mungkin memberi sukses, amal orang2 jang merusak (Q.s. Junus: 81).

Dalam sedjarah bangsa kita jang dekat, masih membajang diruang mata peristiwa Madiun dari kaum komunis, ialah amal jang merusak. Maka kesudahan amal itu ialah tidak sukses pada achirnja dan tertjantum peristiwa tersebut didalam sedjarah Negara kita sebagai lembaran hitam jang sangat menjedihkan, jang akan dibatja oleh turunan kita.

Memang, adakalanja apa jang batil itu beroleh kemenangan, untuk sementara waktu. Tapi kemenangan jang batil akan disusul oleh jang hak. Itupun termasuk djandji2 Allah jang dimaksudkan diatas.

Situasi kritis jang kita hadapi dewasa ini adalah karena apa jang batil tampaknja se-akan2 mendapat kemenangan. Seorang Muslim harus jakin, bahwa kemenangan batil itu akan segera disusul oleh jang hak sehingga mendjadi “zahuqa”, sehingga memangnjalah bahwa jang batil itu nistjaja akan hantjur luluh dan binasa.

Maka djika ada djiwa seorang Muslim jang melemah karena situasi kritis jang sekarang ini, bangkitkanlah kekuatan itu dengan mengingati djandji2 Allah, dan bahwa djandji Allah itu tidak boleh tidak tentu akan ditepati oleh Allah sendiri.

Mata nasrullah ? Ber-tanja2 kaum Mu’min. Kapan tiba kemenangan kita ? Ala inna nasrallahi qarib. Kemenangan itu sudah dekat, tampak sajup2 diruang mata. Itulah djandji Allah, dan djandji Allah nistjaja ditepati-Nja. Tjam-kanlah !

19 September 1953

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s