Makna Al Islam

Bismillah… Ba’da Salam wa tahmid.. wa shalawat ‘alaa Rasuulillah…

Beruntunglah kita yang saat ini masih diberikan kenikmatan iman dan islam yang dengannya kita menjalani hidup ini dengan tujuan yang jelas lagi terarah. Allah telah menetapkan bahwa manusia dan jin diciptakan tiada lain dan tiada bukan hanya untuk beribadah/ mengabdi kepada-Nya saja. Firman-Nya:

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (51:56)

Namun, sebagian kaum muslim lupa tujuan hidup mereka. Bahkan di antara mereka begitu banyak yang mengorbankan agamanya untuk meraih keuntungan duniawi yang fana. Na’udzubillah.

Bahkan, begitu banyak di antara kita yang masih belum benar-benar mengetahui apa itu Islam…

Akhirnya, banyak pula di antara saudara/i kita yang terombang-ambing untuk keluar masuk agama, bahkan pada akhirnya memilih untuk tidak beragama. Padahal tidak ada keridhaan Allah selain pada Islam. Firman-Nya:

“Sesungguhnya diin (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam.” (3:19)

Saudaraku yang diberkahi Allah, ketahuilah bahwa Al Islam berasal dari kata “salaam” yang berarti kesejahteraan, karena Islam akan membawa pemeluknya kepada kesejahteraan atau keselamatan di dunia dan akhirat. Al Islam juga bermakna “istislam” yakni penyerahan diri secara total kepada Allah, tiada sedikit pun berpaling dari-Nya… Al Islam juga bermakna “silmi” yang berarti perdamaian, karena kedamaian di jiwa akan muncul pada saat hati terpaut dengan Islam.

Di antara semua makna tersebut, ada makna yang paling penting yaitu “islaamul wajh” yakni menghadapkan wajah kepada Allah semata, bukan kepada yang lain. Jadi, seorang muslim adalah seorang yang menghadapkan wajahnya hanya kepada Allah. Tujuan hidupnya adalah Allah, hidup matinya hanya untuk Allah, segala amal perbuatannya hanya untuk Allah, bukan untuk siapapun. Seluruhnya, tidak terkecuali. Inilah makna kita berislam.

Menjadi seorang muslim berarti menjadi seorang muwahhid (orang yang bertauhid), karenanya orang yang memalingkan wajahnya sebagian atau bahkan keseluruhan pada selain Allah, maka ia tidak berislam, walaupun mengucapkan syahadat seribu kali, mengklaim dengan lisannya, shalat, zakat, bahkan haji. Semua amalan kebaikannya tidak akan diterima oleh Allah jika ia memalingkan wajahnya sebagian kepada selain Allah. Karena sungguh memalingkan wajah kepada selain Allah bermakna syirik. Sedangkan tidak ada dosa yang paling besar kecuali syirik. Dan dosa syirik akan menghapuskan amalan seorang hamba. Firman-Nya:

“Jika kamu syirik (mempersekutukan Allah), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.” (39: 65)

Karenanya saudaraku, tidak layak bagi kita mengadakan tandingan-tandingan untuk kita sembah, untuk kita taati, untuk kita ikuti, untuk kita jadikan sandaran hidup selain Allah… Karena tandingan-tandingan itu hanya akan membawa kita pada kebinasaan…. Secara sadar ataupun tidak.

Maka, renungkanlah sumpah seorang muslim sejati, yang sering kita baca dalam setiap shalat kita:

(inna shalati wa nusuki wa mahyaaya, wa mamati, lillahi rabbil ‘aalamin)

“sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku, hanyalah untuk Allah rabbil ‘aalamiin..” Bukan yang lain.

Wallahu a’lam…

Saudaramu,

Al Faqir ilaLlah, Al Fadhli

2 thoughts on “Makna Al Islam”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s