Mengingatkan Teman, Tapi…

TANYA: (akhwat di Bogor)

assalamu’alaikum….
bgaimana jika Qta brusaha mgingatkan tpi teaman tw pun sahabat Qt branggapan salah ?
Qt mlah disangka klau Qta tdak ingin diaaa itu bahagia.

====================================

JAWAB:

Wa alaykumussalaam…

Bismillah…

Yang paling tahu permasalahan adalah saudari ***** (edit oleh admin.) sendiri. Begitu pun yang paling tahu karakter sahabatnya adalah sahabat itu sendiri… Sehingga cara terbaik pun sebenarnya diketahui oleh ***** sendiri.

Namun sebelumnya, saya sangat senang mendengarnya, bahwa ada seorang kawan yang mau berusaha mengingatkan kawannya. Ini adalah akhlaq yang mulia. Allah berfirman : “Kecuali orang2 yang beriman dan beramal shalih dan saling menasihati dalam kebenaran, dan saling menasihati dalam kesabaran.”

Permasalahannya adalah pada saat teman kita tidak memahami maksud kita. Sebenarnya kita bertanya terlebih dahulu sebelum itu, apakah benar-benar teman kita nantinya akan beranggapan buruk..? Atau semua itu hanya sekedar prakiraan kita saja..?

Jika semua itu hanya prakiraan kita, maka selayaknya kita mengingatkan terlebih dahulu, bisa jadi justru reaksinya positif.

Namun, bila reaksinya memang benar-benar negatif, maka yang perlu kita harus fahami adalah, kita tidak pernah membencinya, bahkan peringatan kita adalah bentuk kasih sayang kita padanya. Sehingga jika responnya adalah negatif, kita akan tetap menjadi saudaranya yang senantiasa mencintainya…

Kita beri penjelasan tentang baik-buruknya hal-hal yang ia lakukan. Kita beri penjelasan tentang efek-efek negatif dari hal-hal yang biasa ia lakukan, dengan bahasa yang sebaik2nya tentu saja. Adapun jika pada akhirnya ia tetap tidak menerima masukan kita, maka biarkanlah ia dan maafkanlah ia, sedangkan kita akan tetap menjadi saudaranya.

Satu hal yang lebih penting dari itu semua, yakni doa yang sepatutnya kita ucapkan kepada Allah agar saudara kita senantiasa diberikan limpahan taufik dan hidayah, agar ia bisa kembali ke jalan yang diridhai-Nya… Tanpa doa kerja keras kita akan sia-sia…

Perlu diingat tugas kita hanyalah menyampaikan, Firman-Nya: “berilah peringatan karena engkau hanyalah pemberi peringatan.”

Adapun urusan hidayah adalah semata2 kehendak Allah saja. Ia memberikan hidayah pada siapa yang dikehendaki-Nya… Maka, janganlah berputus asa jika peringatan kita tidak dihiraukan. Demi Allah, kita telah menjadi lebih mulia di hadapan Allah karena kita telah berani mengingatkan saudara kita dengan cinta dan kasih sayang.

Para Nabi dan Rasul pun banyak yang dikhianati oleh keluarganya sendiri, namun mereka tetap semangat dan tidak berhenti untuk memberikan kabar gembira dan peringatan. Tidak ada seorang Nabi dan Rasul pun yang gagal berdakwah, walaupun mereka tidak memiliki pengikut sama sekali. Yang gagal berdakwah adalah mereka yang membiarkan saudaranya dalam hal-hal negatif padahal kita tahu bahwa semua itu salah.

Wallahu a’lam…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s