Tidak Ada Islam Moderat

Judul di atas merupakan seruan yang dinyatakan oleh Bush dalam menghadapi dunia Islam pasca September 2001. Seruan ini pun dilanjutkan hingga kini. Mereka beranggapan bahwa seluruh gerakan Islam yang ada saat ini adalah kelompok Islam radikal yang harus dimusnahkan.

Seruan baru ini dilontarkan Amerika karena mereka telah kehilangan akal untuk menghabisi perlawanan gerakan Islam, khususnya dari kalangan Jihadi. Akibatnya, sikap lunak mereka terhadap kelompok Islam moderat berubah menjadi perang. Mereka kini menganggap semua Ash Shahwah Al Islamiyyah sebagai musuh yang wajib diberantas hingga ke akar-akarnya, bahkan hingga yayasan sosial kecil yang aktif mendistribusikan Al Quran atau panti asuhan pun menjadi target yang tidak mungkin terelakkan.

Mengapa hal ini bisa terjadi..?

Barat menyadari bahwa hadirnya kelompok Islam moderat, yang secara terang-terangan menghendaki adanya dialog politik untuk mengakhiri krisis, juga tidak memiliki bekal dalam merekrut dan memperoleh dukungan ummat, kecuali dengan “mempromosikan” Islam. Saat para aktivis Islam moderat tersebut mendapatkan ruang di masjid-masjid, sekolah, surat kabar, parlemen, dan bersinggungan dengan publik, mereka pasti akan “menjual” produk-produk Islam, baik secara langsung ataupun tidak. Mereka akan membicarakan penegakkan syari’at Islam, Jihad membela Palestina, perang melawah korupsi, reformasi sosial, komitmen terhadap akhlaq Islam, dan sebagainya.

Terlepas dari pelakunya ikhlas atau sekedar slogan, bercampur dengan kepentingan partai politik atau semata-mata untuk menegakkan Islam, misi tersebut berperan besar bagi kelompok moderat dalam merekrut kader, memperkuat basis massa dan memperluas gambaran konsepsi keagamaan Islam yang tidak hanya berkutat dalam aktivitas ibadah ritual semata. Hal ini merupakan kemenangan horizontal yang sangat besar dalam proyek Islamisasi. Ummat akhirnya sadar akan perlunya perlawanan dalam menghadapi situasi krisis yang dialami dunia Islam saat ini.

Sedangkan di sisi lain, dalam kondisi yang tenang dan damai, aktivis Jihadi – yang dikategorikan sebagai kelompok Islam radikal – mendapatkan kesempatan untuk memperluas jaringan atau melakukan i’dad dan tarbiyah kepada para aktivisnya. Mereka pun dapat mengatur kembali barisannya serta berusaha mendapatkan basis massa yang lebih luas di kalangan massa “pinggiran” Ash Shahwah Al Islamiyyah.

Dalam kondisi seperti itulah, kaum Shalibiyyin dan Zionist (Amerika dan Israel, serta antek-anteknya) menemukan formula baru dalam memerangi peradaban Islam yang mulia. Berikut inti formula tersebut:

“Jika musuh-musuh Islam memukul Islam dan menghadapi ash Shahwah al Islamiyyah dengan kudeta, penjara, dan kekejaman, berarti mereka memberikan justifikasi untuk mengangkat senjata dan berkembangnya kaum Jihadi secara vertikal maupun kualitas. Namun, bila mereka membuka kemoderatan politik untuk mengadu kaum Jihadi dengan aktivis Islam moderat, Islam pun bertambah dan menyebar secara horizontal dan fundamental..!”

Mereka pun kembali menggunakan kekerasan hingga jihad tumbuh kembali. Lalu mereka kembali ke era keterbukaan dan Islam lagi-lagi bertambah luas. Sebuah lingkaran berulang yang merupakan bagian dari makar Allah untuk musuh-musuh Islam.”

Akhirnya, kebijakan Shalibiyyin dan Zionist itu menjadi salah satu anugerah Allah. Sebab, kebijakan tersebut tidak sekedar mengakibatkan bangkitnya ash Shahwah al Islamiyyah secara keseluruhan dan mengondisikannya untuk mampu melakukan perlawanan serta mengangkat senjata, melainkan juga membuka pintu bagi orang awam untuk melawan di bawah panji Islam.

Putera mahkota Saudi, Abdullah pada tanggal 1 Agustus 2003 pernah berkata, “Semua orang yang bersembunyi di balik teroris adalah teroris juga. Setiap simpatisan teroris adalah teroris. Ketika berhadapan dengan para teroris, tidak ada status negara yang netral maupun posisi pertengahan.”

Benarlah, formula tersebut berjalan untuk mewujudkan syarat-syarat kemenangan yaitu memaksa masuknya seluruh ummat, sukarela ataupun terpaksa, ke dalam medan pertempuran. Adapun sebab-sebab kemenangan yang menjadi qadar Allah merupakan pertolongan-Nya yang diturunkan kapan saja dan kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Yaa Allah, kami memohon kepada-Mu agar kami bisa menyaksikan kemenangan Islam dan menjadi salah satu amunisi dalam mewujudkannya di jalan-Mu. Aamin

Melihat fenomena ini, sudah sepatutnya seluruh aliran Ash Shahwah Al Islamiyyah yang memiliki cita-cita luhur dalam menegakkan panji Islam dalam rangka mengembalikan eksistensi ummat yang terwujud dalam Khilafah Islamiyyah ‘alaa minhaj an Nubuwwah, untuk bersatu padu, menyebarkan Islam secara horizontal, dan melakukan perlawanan secara vertikal, bersama-sama, hingga titik darah penghabisan, sesuai dengan kadar kemampuan masing-masing.

Sebagai penutup, menukil sebuah kisah di Yordania saat seorang penyidik menangkap aktivis Jama’ah Tabligh, penyidik itu marah seraya berteriak: “Kalian bagaikan bus. Kalian mengangkut orang-orang dari jalanan menuju masjid, lalu Ikhwanul Muslimin datang dan membawa mereka dari masjid ke dunia politik. Setelah itu ekstrimis-ekstrimis Islam datang dan mengambil kaum muda mereka untuk berjihad dan berbuat teror. Kami ingin memupus setiap jalan tersebut dari akar-akarnya. Kami ingin menghentikan laju bus kalian..!”

 

Wallahu a’lam

Disarikan dari buku Perjalanan Gerakan Jihad karya Abu Mush’ab As Suri

Akhukum,

الفضل بن زين العبدين

2 thoughts on “Tidak Ada Islam Moderat”

    1. Klo yang dimaksud adalah wasathiyah, sepakat.
      Tapi, pembahasan saya bukan itu, adalah Islam liberal, pluralis, atau mereka yang bermudahanah dengan musuh2 Allah… Jelas seharusnya tidak apalagi saat ini adalah masa2 perang…

      Wallahu a’lam…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s