Apa yang Harus Kita Lakukan Saat Ini..?

Bismillah…

Setelah merenungi berbagai diskusi dan tulisan dari para masyaikh da’wah dan Jihad kita. Ada beberapa hal yang harus kita evaluasi terkait dengan cara pandang dan langkah-langkah kita, para pemegang teguh panji tawhid, yang hidup untuk mengibarkannya dan siap mati untuk membelanya. Semua ini memang bukanlah risalah yang hadir dari seorang ‘ulama atau Syaikh al Jihad yang pernah turun langsung di lapangan, namun semoga apa yang ingin saya sampaikan di sini dapat menjadi bahan pertimbangan bagi Ikhwan sekalian yang telah mengikrarkan diri menjadi bagian dari para pecinta syahadah.

Pertama, bahwa harus kita renungkan da’wah tauhid yang kita usung dilakukan dalam rangka memenangkan DiinullahIqamatuddin… Bukan untuk mengkafirkan sesama muslim dan menakut-nakuti manusia dari cahaya Islam. Alangkah meruginya diri kita jika energi kita dihabiskan untuk mencari sebab-sebab kekafiran pada diri seseorang, baik itu dari kalangan pemerintah ataupun dari kalangan ‘ulama munafiq. Yang perlu kita lakukan adalah menyalurkan energi kita untuk menyampaikan risalah Islam yang suci ini kepada ummat. Risalah Islam wajib disampaikan kepada ummat hingga terbentuk satu paradigma yang utuh tentang Islam, sharih, shahih, dan wadhih.

Adapun jika ada perkataan, fatwa, atau kitab dari para ‘ulama suu’ dan munafiq yang disinyalir akan membahayakan ummat, maka wajib bagi kita untuk membantah syubhat tersebut dengan mengedepankan aspek tawazun dan keadilan. Kita harus sanggup merinci kesalahan-kesalahan apa saja yang terdapat pada pendapat dan fatwanya, karena bisa jadi orang tersebut melakukan kesalahan bukan karena hawa nafsunya tapi karena kekhilafannya sebagai manusia biasa.

Kedua, bahwa benturan yang seringkali terjadi antara aktivitas kita dengan aktivitas ash Shahwah al islamiyyah yang lain jangan sampai menghambat i’dad jihady yang kita lakukan saat ini. Apa jadinya da’wah ini jika kita terus bergulat untuk berdebat dan berjidal dengan mereka yang di dalam hatinya memiliki niat yang sama-sama tulus untuk menegakkan Islam.,? Adapun penyimpangan atau kesalahan yang terdapat pada manhaj dan fikrah yang mereka usung tidak perlu menjadikan kita bermusuhan dengan mereka, apalagi sampai memerangi mereka. Kita tidak akan menempatkan mereka sebagai musuh kecuali jika mereka dengan terang-terangan memposisikan diri sebagai pembantu kaum kuffar dan pemerintahan thaghut untuk memerangi aktivitas kita.

Jika kita telah berhasil membina ummat, maka ummat yang akan menilai sendiri di mana letak kebenaran. Namun, bukan berarti kita menghilangkan budaya nasihat di antara sesama aktivis. Apalagi di antara aktivis tersebut, banyak di antara mereka yang hanya menjadi pengekor dari para tokoh harakah yang menyimpang itu, sehingga kita tidak bisa menyamaratakan sikap kita terhadap mereka. Sedangkan nasihat dan tadzkirah yang diberikan adalah harus dengan cara yang sebaik mungkin, bukan dengan kata-kata yang kasar, apalagi dengan caci maki yang pada akhirnya membuat mereka semakin berpaling dari kebenaran.

Ketiga, bahwa murtadnya penguasa karena tidak menerapkan hukum-hukum Islam serta menjadi pengekor Barat, dalam hal ini Amerika dan sekutunya, tidak kemudian menjadikan perang terhadap mereka adalah prioritas. Peperangan terbuka antara kita dengan musuh kita telah menemui fase baru pasca terbentuknya tatanan dunia baru. Para penguasa murtad beserta perangkatnya hanyalah pengekor yang pasti akan menemukan kehancuran jika kita telah menghancurkan kepalanya, yakni Amerika yang ditukangi Zionist la’natullah ‘alayhim….

Paradigma ini akan menghantarkan kita kepada sikap yang tegas, bahwa perang kita secara terbuka diumumkan kepada Amerika dan sekutunya, dan prioritas kita dalam perang terbuka ini adalah menghancurkan kepala ular yang menjadi otak atas segala kedzhaliman dan kebiadaban yang terjadi di seluruh negeri ini. Karenanya, kita harus menyerukan DETASEMEN PERLAWANAN ISLAM GLOBAL melawan Amerika. Pada titik ini kita akan mengajak seluruh lapisan masyarakat muslim beserta tokoh-tokohnya, juga kepada aktivis ash Shahwah al Islamiyyah beserta para tokoh-tokohnya untuk mengangkat senjata dan berjihad, karena sesungguhnya tidak akan ada kemuliaan tanpa Jihad fii Sabiilillah..!

Keempat, bahwa keterlibatan sebagian ash Shahwah Islamiyyah dalam rezim kufur tidak dengan serta merta menempatkan mereka sebagai musuh. Adapun jika sebagian mereka telah jelas menampakkan kekufuran dengan tunduk dan patuh kepada selain hukum Allah, maka kita tidak memeranginya kecuali jika mereka memerangi kita, atau ikut membantu penguasa thaghut dalam memerangi kita dan para mujahidin.

Dalam kondisi netral, maka kita harus bisa menempatkan mereka (aktivis yang telah tampak tanda-tanda kekufruan) sebagai warga sipil yang tidak ikut dalam peperangan. Hal ini dilakukan untuk memperkecil ruang konfrontasi dan memfokuskan target perang yang utama. Bahkan, jika perlu diadakan perundingan dan perjanjian antara kita dengan mereka yang berisi bahwa mereka tidak akan memerangi kita atau membantu para penguasa thaghut untuk memerangi kita dengan mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang tidak menghambat aktivitas i’dad jihady kita. Hal ini akan mempermudah jalan kita menda’wahkan Islam di tengah-tengah masyarakat. Namun, jika mereka dengan terang-terangan membantu memerangi kita, denan mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang menyudutkan kita dan mujahidin, maka tiada interpretasi lain, kecuali mereka telah memilih berbaris bersama kaum kuffar dan kita berlepas diri dari mereka.

Kelima, bahwa sebagian aktivis Jihad telah terjatuh dalam pemikiran takfir yang sesat dikarenakan amal yang tidak diiringi ilmu dan semangat yang tidak diiringi kekuatan ruhiyyah. Kebodohan mereka menggiring hawa nafsu mereka untuk menguasai kata-kata dan amal yang mereka lakukan. Karenanya dalam menyongsong perang global ini, kewajiban bagi setiap da’i dan mujahid untuk meningkatkan kapasitas syar’i dan tsaqafah Islamiyyah sekaligus meningkatkan kekuatan ruhiyyah kita dengan lebih mengintensifkan diri dalam muraqabatullah. Hal ini dilakukan sebagai upaya dari diri kita agar jauh dari sikap-sikap yang tidak diridhai oleh Allah ‘azza wa jalla.

Demikian sedikit renungan yang ingin saya sampaikan kepada Ikhwan sekalian…

Semoga Allah senantiasa menjadikan diri-diri kita sebagai orang yang tidak sedikit pun mengubah janjinya dalam memgang teguh kebenaran. Walaupun memegang teguh kebenaran pada zaman ini ibarat menggenggam bara api. Maka, kita memohon kepada Allah ‘azza wa jalla agar kita senantiasa dibarikan kekuatan dan keteguhan dalam menjalani aktivitas da’wah dan jihad kita. Aamin…

Akhukum,

-Laili Al Fadhli-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s