Buku Jihad Ditarik

Surabaya Post: SAMPANG – Meski gembong teroris paling dicari, Noordin M Top, telah tewas, namun dikhawatirkan ajarannya masih tetap hidup. Untuk itu Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang, berupaya menarik peredaran buku berisi tentang seruan jihad atau berbau ajaran terorisme.

Kasi Intelejen Kejari Sampang, Basuki Wiryawan SH, menyatakan, pihaknya akan menarik semua buku yang berpotensi memecah persatuan Negara Kesatuan RI (NKRI) yang dijual bebas di sejumlah toko buku. Buku tersebut sangat membahayakan pembaca yang kadang tidak paham secara mendalam tentang isi buku itu.

“Jika menemukan buku yang isinya berbau sentimen SARA (suku, agama, ras dan antar-golongan)  serta mengarah memecah keutuhan NKRI dengan dalih seruan jihad, maka buku itu langsung kami sita,” terang Basuki, Kamis (1/10).

Menurut Basuki, penarikan buku yang menganjurkan berjihad dengan cara yang salah itu jelas dapat mempengaruhi pikiran pembaca sehingga pihaknya melakukan tindakan pengawasan, dan penarikan merupakan bagian dari amanat Undang-Undang. “Tidak semua buku tentang jihad kami sita. Kita teliti terlebih dahulu, apakah isinya berbau SARA atau tidak,” katanya.

Gagasan pihak Kejari untuk menarik buku jihad dan teroris tersebut timbul, karena berangkat dari prihatinan tentang maraknya buku-buku jihad yang beredar dan isinya jauh menyimpang dari makna jihad yang sebenarnya. “Gembong terorisnya memang sudah mati, tetapi kalau buku-buku yang berisi pemahaman yang salah itu masih tetap beredar, maka tidak menutup kemungkinan Noordin akan tumbuh lagi,” ujar Basuki. rud

Komentar Admin:

Ini merupakan seruan yang terang tanpa penghalang dalam rangka “Perang Melawan Terorisme”. Dalam kasus seperti ini berarti pemerintah telah mengambil posisi yang pasti, sebagaimana seruan yang dilontarkan oleh Jenderal Perang Salib Modern pasca peristiwa 11 September, George W. Bush, yang mengatakan: “Bersama Kami atau Teroris..?!”

Sebagaimana kita ketahui bahwa konsep tanah air menurut Islam adalah tidak terbatas sekat-sekat politis dan geografis. Di mana disebut nama Allah, maka itulah tanah air ummat Islam. Dalam posisi ini, pemerintah akan sangat merasa terancam sehingga berarti buku-buku yang mengandung pemahaman Risalah Islam yang suci akan ditarik dan diberantas.

Selanjutnya adalah pilihan kita untuk mengambil posisi yang tentu saja diridhai oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Rasulullah bersabda: “Akan senantiasa ada sekelompok manusia (thaa’ifah) dari ummatku yang berperang di atas jalan al Haqq atas perintah Allah. Tidak membuat gentar orang-orang yang membenci mereka dan mereka akan tetap dalam kondisi seperti itu hingga hari kiamat.”

Wallahu a’lam…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s