Fitnah Dajjal (Bag. 1)

sistem dajjal

1.       Fitnah Terbesar dan Terberat yang Melanda Ummat Manusia adalah Fitnah Dajjal

روى أحمد عن هشام بن عامر لجيرانه : إنكم لتخلفوني إلى رجال ما كانوا بأخصّ لرسول الله صلى الله عليه وسلم ولا أوعى لحديثه مني ، فإني سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول : ” ما بين خلق آدم عليه السلام إلى قيام الساعة أمر أكبر من الدجال. و روه مسلم

Diriwayatkan dari Imam Ahmad bin Hanbal dari Hisyam bin ‘Amir, bahwa ia berkata kepada tetangga-tetangganya, “Sesungguhnya kalian membawa aku kepada orang-orang yang mereka tidak lebih tahu akan Rasulullah shallallahu’ alayhi wa sallam dan tidak mengingat hadits beliau daripada aku. Sesungguhnya aku mendengar beliau bersabda : “Di antara penciptaan Adam dan terjadinya Kiamat tidak ada fitnah yang lebih besar daripada Dajjal.” Diriwayatkan juga oleh Imam Muslim.

Bagi kita yang telah sedikit banyak mengetahui berbagai macam fitnah yang terjadi menjelang hari kiamat, begitu dahsyatnya fitnah-fitnah tersebut menghantam ummat Islam. Sebutlah fitnah duhaima’, Ahlas, dan Sarra’ yang gelombangnya seperti gelombang samudera, menghantam setiap manusia tidak peduli di manapun ia berada. Atau fitnah harj, di mana jiwa tidak lagi bernilai harganya, orang-orang saling membunuh tanpa tahu alasan mengapa ia membunuh dan mengapa ia terbunuh.

Namun, fitnah Dajjal lebih besar dari itu, lebih berat dari itu, dan lebih dahsyat menghantam setiap manusia lebih dari semua fitnah yang pernah dikabarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam. Untuk itu, sepatutnya bagi kita untuk mengetahui apa dan bagaimana fitnah Dajjal agar kita tidak terjerumus ke dalam fitnahnya yang mengerikan ini.

2.       Dajjal adalah Makhluq dalam Wujud Seorang Manusia

روى البخاري ، عن أحمد بن محمد المكي ، عن إبراهيم بن سعد ، عن الزهري ، عن سالم عن أبيه قال : لا والله ما قال رسول الله ( صلى الله عليه وسلم ) لعيسى أحمر ، ولكن قال : ( بَيْنَمَا أنا نائمِ أطوف بالكعبة وإذا رجل آدَمُ سَبْطُ الشّعرِ يُهَوِّدُ بين رجلين يَنْطِف رأسهُ ماءً أو يُهْرِق ماء فقلت : من هذا؟ قالوا : هذا المسيح ابْنُ مَريمْ ، فَذَهبت ألتفت فإذا رجل أحمرُجسيمٌ جَعْدُ الرأس؟ أعوَرُ الْعَيْن اليمنى كأن عينه عنبة طافِيةٌ؟ قلت : مَن هَذا؟ قالوا : الدجالُ : وأقرب الناس به شبهاً ابْنُ قطن قال الزهري : ابن قطن رجل من خزاعة هلك في الجاهلية.

Imam Al Bukhari meriwayatkan dari Ahmad bin Muhammad Al Makki dari Ibrahim bin Sa’d dari Az Zuhri dari Salim dari Ayahnya, bahwa ia berkata : “Tidak, demi Allah, Rasulullah shallallahu’ alayhi wa sallam tidak berkata bahwa Nabi ‘Isa itu merah, akan tetapi beliau bersabda : “Ketika aku sedang tidur aku berthawaf di Ka’bah dan melihat seorang laki-laki Adam dengan rambut terjulur berjalan di antara dua orang laki-laki. Kepalanya meneteskan air atau mengalirkan air. Maka aku berkata : “Siapa ini?” Mereka berkata: “Ini adalah ‘Isa Al Masih bin Maryam.” Maka akupun menoleh dan melihat seorang laki-laki merah besar dengan rambut keriting, mata sebelah kanannya buta, seolah-olah matanya adalah buah anggur yang menggantung. Aku pun bertanya, “Siapa ini?” Mereka menjawab, “Dajjal.” Orang yang paling mirip dengannya adalah Ibnu Qathan.” Berkata Az Zuhri : Ibnu Qathan adalah seorang laki-laki dari Khaza’ah yang telah mati pada masa jahiliyyah.”[1]

Sebagian orang berpendapat bahwa Dajjal bukanlah makhluq atau wujud. Mereka berpendapat bahwa Dajjal sebatas “sistem” atau Fitnah yang bersifat ma’nawiyah saja. Padahal, kenyataannya dalam hadits-hadits yang shahih dinyatakan bahwa Dajjal merupakan wujud yang nyata, ia adalah salah seorang dari anak manusia yang hidup di atas muka bumi ini dengan ciri-ciri fisik tertentu. Diciptakan oleh Allah azza wa jalla dengan berbagai kemampuan yang dapat menipu manusia, bahkan keajaiban-keajaiban yang tidak diberikan kepada manusia sebelumnya.

Bukti yang paling kuat tentu saja hadits Tamim Ad Dari tentang perjalanannya ke sebuah pulau di sebelah Barat Jazirah, di mana ia bertemu langsung dengan Dajjal di sana.

3.       Dajjal datang Sebagai Al Masih (Mesiah)

فلما قَضى رسول اللَّه ( صلى الله عليه وسلم ) صلاتَه جَلَسَ على المنبرِ وهو يَضْحَكُ فقالَ : لِيَلْزَمْ كل إِنسانٍ مُصلاهُ ثم قال : أتدرُونَ لِم جَمَعْتًكُمْ ؟ قالوا : اللَّهُ ورسولهُ أعلمُ : قال : إِني واللَّهِ ما جمعتكم لِرغبةٍ ولا لِرَهْبَة ، ولكن لأن تميماً الدَّارِي كان رجلاً نَصرانياً فجاءَ فبايع وأسلم ، وحدثني حديثاً وافق الذي كنت أحَدّثكم عن المسيح الدجالِ ، حدثني أنه ركب البحر في سفينة بحرية مع ثلاثين رجلاً من لَخْم وجُذَامَ ، فلعب بهم الموج شهراً في البحر ثم أرْسَوا إِلى جزيرة في البحر حيث تَغْرُبُ الشمسُ فجلسوا في أقرب السفينة فدخلوا الجزيرة

Ketika Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam usai melakukan shalat, beliau duduk diatas mimbar sambil tersenyum seraya berkata, “Hendaklah tiap-tiap orang tetap berada di tempat sholatnya.” Kemudian beliau melanjutkan, “Tahukah kamu, mengapa saya kumpulkan kamu?.” Mereka menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lah yang lebih mengerti.” Beliau bersabda, “Demi Allah, sesungguhnya aku tidak mengumpulkan kalian karena senang atau benci. Aku kumpulkan kalian karena Tamim Ad Dari, seorang penganut Nasrani, telah berbaiat masuk Islam dan dia bercerita kepadaku tentang suatu masalah yang sesuai dengan apa yang pernah aku sampaikan kepada kalian mengenai Masih Ad Dajjal. Ia bercerita bahwa ia pernah naik perahu bersama tiga puluh orang yang terdiri atas orang-orang yang berpenyakit kulit dan lepra. Lalu mereka dihempas ombak selama sebulan di laut, kemudian mereka mencari perlindungan ke sebuah pulau di tengah lautan hingga sampai di daerah terbenamnya matahari.

Laut Mediteran berada di Barat Laut Jazirah Arab atau sebelah Tenggara Eropa

Daerah terbenamnya matahari berarti di sebelah Barat. Dan bila kita perhatikan, lautan di sebelah Barat Jazirah Arab hanya ada dua, yaitu Laut Merah dan Laut Mediterrania. Bila kita berkata bahwa Tamim ad Dari melakukan perjalanan tersebut di Laut Merah, maka pernyataan ini tidak masuk akal, karena Laut Merah merupakan laut yang sempit dan tenang, sehingga dari sudut pandang ilmiah, tidak mungkin sebuah perahu layar terombang-ambing selama sebulan di laut tersebut. Maka, kemungkinan terbesar hanya pada Laut Mediterrania. Artinya, Tamim Ad Dari melakukan pendaratan di pulau-pulau yang berada di sebelah barat Jazirah Arab yang berbatasan langsung dengan Laut Mediterania. Karena itu, pulau yang dimaksud adalah Eropa atau sebagian dari Eropa.

فَلَقيَهُمْ شَيْءُ أهْلَبُ كَثِيرُ الشَّعْرِ لاَ يدْرُونَ مَا قُبُلُه مِن دُبُرِهِ مِنْ كِثْرَةِ الشَّعْرِ ، فَقَالُوا : وَيْلَكَ مَا أنْتَ ؟ قال : أنا الجَسَّاسَةُ . قالوا : وما الجَسَّاسَةُ ؟ قالت : أيها القوم انطلقوا إِلى هذا الرجل بالدَّيْر فإِنه إِلى خَبَرِكُم بِالأشواق قال : فلما سَمّتْ لَنَا رجلاً فَرقْنَا منها أَن تكون شيطانة .

Lantas mereka menggunakan sampan kecil dan memasuki pulau tersebut. Di sana mereka berjumpa dengan seekor binatang yang bulunya sangat lebathingga tidak kelihatan mana bagian depannya dan mana bagian belakangnya, karena lebat bulunya. Mereka berkata kepada binatang itu, “Celakalah kamu! Siapakah kamu?” Binatang itu menjawab, “Aku adalah Al Jassasah.” Mereka bertanya , “Apakah Al Jassasah itu?” Dia menjawab, “Wahai kaum, pergilah kepada orang yang berada di dalam biara ini, karena ia sangat merindukan berita kalian.” Kata Tamim, “Ketika binatang itu menyebut seseorang, kami menjauhinya, karena kami takut binatang itu adalah setan.

Al Jassasah adalah makhluq yang pertama kali ditemui oleh Tamim Ad Dari. Disebut Al Jassasah karena pandai mengintai dan melakukan aksi mata-mata (tajassus). Hal ini dapat dilihat dari wujud makhluq tersebut yang tidak bisa dibedakan antara bagian depan dan belakangnya. Bahkan manusia tidak bisa mengira bahwa ia adalah makhluq hidup.

Menurut Syaikh Imran Hussein, hal ini juga sekaligus menunjukkan bahwa penduduk pulau tersebut masyhur dengan kepiawaiannya dalam aksi tajassus (mata-mata). Wallahu a’lam.

Selanjutnya Tamim Ad Dari diminta untuk memasuki sebuah biara atau tempat ibadah orang-orang Yahudi/ Nashrani. Bila kita tilik lebih jauh, pulau di sebelah Barat Mediterrania yang memiliki ciri-ciri tersebut memang tidak akan jauh dari Italy (Romawi) atau sekitarnya. Namun, Syaikh Imran Hussein lebih yakin bila pulau yang dimaksud adalah Inggris.

 قال : فانْطَلَقْنَا سِرَاعاً حتى دخلنا الديرَ ، فإِذا فيه أعظمُ إِنسان رأيناه قط خَلْقاً وأشَدَّه وثاقاً مجموعةٌ يداه إِلى عُنُقِهِ ما بين ركبتيهِ إِلى كعبيه بالحديد . قلنا : وَيْلَكَ مَا أنْتَ ؟ قالَ : قَدْ قدَرْتُمْ على خَبَرِي فأخبروني ما أَنتم ؟ قالوا : نحن أناسٌ من العرب ركبنا في سفينة بحرية فصادفنا البحر حين اغتَلَمَ ، فلعب بنا الموج شهراً ثم أرْفأنا إِلى جزيرتك هذه ، فجلسنا في أقربهَا فدخلنا الجزيرة فلقينا دابة أَهلب كثيرةَ الشَعر ِما ندري ما قبُلهُ من دُبُرِهِ من كثرة الشعرِ ، فقلنا وَيْلَكَ ما أنت ؟ فقالت : أنا الجَسَّاسَةُ ، قالت : أَعمدوا إِلى هذَا الرجل في الدَّيْر ِفإِنه إِلى خَبَركُمْ بِالأشوَاق ، فأقبلنا إليكم سراعاً وفَرَغنَا منها ولم نَأمَنْ أن تكون شيطانة ، فقال : أخبروني عن نخل بَيْسَانِ فَقلنا عن أيّ شأنَها تَسْتَخْبِرُ ? قال : أسألكم عن نَخْلها هل يُثْمَرُ ? قلنا له : نَعَم . قال : أمَا إِنَّه يُوشِك أن لا يُثْمِرَ .

Lalu kami berangkat cepat-cepat hingga kami memasuki biara tersebut, tiba-tiba di sana ada seorang laki-laki yang sangat besar tubuhnya dan tegap, kedua tangannya dibelenggu ke kuduknya, anatar kedua lututnya dan mata kakinya dirantai dengan besi. Kami bertanya, “Siapakah Engkau ini?” Dia menjawab, “Kalian telah dapat menguak beritaku, karena itu beritahukanlah kepadaku siapakah sebenarnya kalian ini?” Mereka menjawab, “Kami adalah orang-orang dari Arab. Kami naik perahu dan kami terkatung-katung di laut dipermainkan ombak selama satu bulan, kemudian kami mencari tempat berlindung ke pulaumu ini dengan menaiki sampan kecil yang ada di sini lantas kami masuk pulau ini, dan kami bertemu seekor binatang yang bulunya sangat lebat hingga tidak kelihatan mana qabulnya dan mana duburnya karena lebat bulunya. Lalu kami bertanya, “Celakalah kamu ! Siapakah kamu?” Dia menjawab, “Aku adalah Al Jassasah.” Kami bertanya, “Apakah Al Jassasah itu?” Dia menjawab, “Pergilah kepada lelaki ini di dalam biara, karena ia merindukan berita kalian.” Lalu kami bergegas menemui dan meninggalkan dia, dan kami merasa tidak aman jangan-jangan dia itu setan.” Dia (lelaki itu) berkata, “Tolong kabarkan kepada kami tentang desa Nakhl Baisan.” Kami menjawab, “Tentang apanya?” Dia berkata, “Tentang kurmanya, apakah berbuah?” Kami menjawab, “Ya.” Dia berkata, “Ketahuilah, sesungguhnya pohon-pohon kurmanya akan tidak berbuah lagi.”

Letak Kota Baisan

Letak Kota Baisan

Orang yang berada di dalam Biara tersebut pertama kali bertanya tentang Kurma di daerah Baisan. Baisan merupakan sebuah kota di Palestina di al-Ghaur utara, ia berada dekat Sungai Jalut yang mengalir di perkebunan Ibnu Amir. Wisnu Sasongko mengatakan dalam Armageddon bahwa Israel sering menjadikan Baisan sebagai target sasaran sehingga hancur leburlah perkebunan kurma yang ada di sana. Apakah ini merupakan isyarat bahwa pohon kurma di Baisan sudah tidak lagi berbuah? Wallahu a’lam.

 

 قال : أخبروني عن بحيرة الطَّبَرَيَّةِ ، قلنا : عن أي شَأنَها تستخبر ? قال : هل فيهَا مَاءَ ? قالوا : هي كثيرة الماءَ . قال : إِن ماءَها يوشك أن يذهب .

Dan dia bertanya lagi, “Tolong beritahukan kepadaku tentang danau Ath Thabariyah.” Kami bertanya, “tenatang apanya?” Dia bertanya, “Apakah ada airnya?” Kami menjawab, “Airnya banyak sekali.” Dia berkata, “Ketahuilah sesungguhnya airnya akan habis.”

Letak danau Thabariyah

Danau Thabariyah atau lebih dikenal dengan nama Laut Galilee/ Galilea atau dalam bahasa Ibrani disebut Kinnerot  atau Genesaret. Danau Thabariyah terletak di dataran tinggi Golan sebelah timur dari Palestina. Sekarang danau tersebut dikuasai oleh kaum Yahudi. Sejak tahun 2000, Danau Thabariyah telah mengalami kekeringan dengan sangat cepat dan drastis, bahkan saluran-saluran air yang mengalir dari danau ini, khususnya di sekitar Jordania tersisa seperti solokan-solokan kecil saja (beritanya di sini). Menurut beberapa ahli dan peneliti, Danau Thabariyah akan mengering dalam waktu kurang dari 100 tahun saja. Bahkan sebagian di antara mereka mengatakan bahwa danau ini akan mengering dalam waktu kurang dari 50 tahun saja (videonya di sini). Wallahu a’lam…

قال : أخبروني عن عين زُغَرْ قالوا : عن أَي شأنها تستخبر ? قال : هل في العين ماءُ ? وهل يَزْرَعُ أهلها بماءٍ العين ? قلنا له : نعم هي كثيرة الماءِ وأَهلها يزرعون من مائها .

Selanjutnya dia berkata lagi, “Kabarkan kepadaku tentang negeri ‘Ain Zughar.” Kami bertanya, “Tentang apanya?” Dia menjawab, “Apakah sumbernya masih mengeluarkan air yang dapat digunakan penduduknya untuk menyiram tanamannya?” Kami menjawab, “Airnya banyak sekali, dan penduduknya menggunakannya untuk menyiram tanaman mereka.”

Perhatikan Airnya yang Semakin Surut

Perhatikan Airnya yang Semakin Surut

Yaqut berkata, “Orang terpercaya bercerita kepadaku bahwa Zughar berada di ujung sebuah danau yang berbau busuk pada sebuah lembah di sana. Jarak antara mata air itu dengan Baitul Maqdis sepanjang perjalanan tiga malam, daerah tersebut ada di sisi kota Hijaz, dan mereka memiliki perkebunan di sana [Lihat Mu’jamul Buldaan (III/142-143), dan kitab an-Nihaayah fii Ghariibil Hadiits (II/304)].

Mata Air Zughar sendiri masih menyambung dengan Danau Thabariyah, terletak di sebelah selatan danau tersebut, masuk ke dalam wilayah Syiria. Mata air ini menjadi tumpuan utama bagi penduduk Syiria dan Palestina dalam mengairi perkebunan mereka. Keringnya Danau Thabariyah pasti akan diiringi oleh keringnya Zughar. Atau bisa jadi sebaliknya, Zughar yang lebih dahulu kering lalu disusul dengan keringnya Danau Thabariyah

قال : أخبروني عن نبي الأمِيّينَ ما فعل ? قالوا : قد خرج من مكة ونزل بِيَثْرِب . قال : أقاتله العرب ? قلنا : نعم . قال : كيف صنع بهم ؟ فأخبرناه أنه قد ظَهَرَ على مَنْ يليهِ من العرب وأَطاعوه قال : قال لهم قد كان ذاكَ ؟ قلنا : نعم . قال : أمَا إِنه خيرٌ لهم أنْ يطيعوهوإِني مخبركم عَنِّي ، إِنِّي أنَا المسِيحُ ، وإِني يُوشِكُ أنْ تُؤْذَن لِي في الخروج فَأخْرُجَ فأسيرُ في الأرض فلا أدَعَ قريةً إِلا هَبَطتُها في أربعين ليلةً غير مكة وطيبةَ فهما محرمتانِ عليَّ كِلّتَاهُمَا

Dia berkata lagi, “Tolong beritahukan kepadaku tentang Nabi orang ummi, apakah yang dilakukannya?” Kami menjawab, “Beliau telah hijrah meninggalkan Mekkah ke Yastrib” Dia bertanya, “Apakah orang-orang arab memeranginya?” Kami menjawab, “Ya.” Dia bertanya lagi, “Apakah yang dilakukannya terhadap mereka?” Lalu kami beritahukan bahwa beliau menolong orang-orang Arab yang mengikuti beliau dan mereka mematuhi beliau. Dia bertanya, “Apakah benar demikian?” Kami menjawab, “Benar.” Dia berkata, “Ketahuilah bahwasannya lebih baik bagi mereka untuk mematuhinya. Dan perlu saya beritahukan kepada kalian bahwa saya adalah Al Masih (Ad Dajjal), dan saya akan diizinkan keluar, yang nantinya saya akan berkelana di muka bumi, maka tidak ada satupun desa melainkan saya singgahi selama empat puluh malam kecuali Mekkah dan Thaybah, karena kedua kota ini diharamkan atas saya.

Dekatnya waktu antara kedatangan Nabi terakhir dengan hari kiamat seperti dekatnya jari tengah dan jari telunjuk. Sedangkan menjelang hari kiamat, Dajjal akan dilepas dan dibiarkan berkelana ke seluruh penjuru bumi. Pantas saja bila Dajjal menanyakan hal tersebut. Dan Dajjal sendiri membenarkan nubuwwah Nabi Muhammad shallallahu ‘alayhi wa sallam, bahkan membenarkan orang-orang yang mengikutinya.

Kemudian Dajjal berkelana selama 40 malam ke seluruh kota, kecuali Makkah dan Madinah. Ini merupakan tanda keistimewaan Makkah dan Madinah. Walaupun dua kota ini tidak terhindar dari fitnah-fitnah yang besar, namun dua kota ini terhindar dari fitnah yang paling besar.

كُلما أرَدْتُ أن أدخل واحدة أو إِحداهما اسْتَقْبَلَني مَلك بِيَدِهِ السيفُ صَلْتا يَصُدَّني عَنْهَا ، وإِنَّ عَلَى كلِّ نَقْبٍ منها ملائكة يحرسونها قال : قال رسول الله ( صلى الله عليه وسلم ) : ( وطَعَنَ بِمِخْصَرتِهِ في المنبر هذه : طيبةُ يَعني المدينَةَ ألاَّ هَلْ كنت حدثتكم ذلك ? فقال الناسُ : نَعَمْ . قال : إنَّهُ أعْجَبَني حديث تميم إنَّهُ وافق الذي كنتُ أحدثكم عنه وعن المدينة ومكة ألاَ إِنه في بحر الشام أو بحر اليمين لا بل من قبل المشرق وَأوْمأ بيده إِلى المشرق . قالت : فحفظت هذا من رسول الله ( صلى الله عليه وسلم ) )

Setiap saya hendak memasuki salah satunya, saya dihadang oleh seorang malaikat yang menghunus pedang. Dan pada tiap-tiap lorongnya ada malaikat yang menjaganya.” Fatimah berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda sembari mencocokkan (memasukkan) tongkat kecilnya ke mimbar,” “Inilah Thaybah, inilah Thaybah, inilah Thaybah, yakni Madinah. Ingatlah bukankah aku telah memberitahukan kepadamu mengenai hal itu?” Orang-orang menjawab, “Ya.” Selanjutnya beliau bersabda, “Saya heran terhadap cerita Tamim yang sesuai dengan apa yang telah saya ceritakan kepada kalian, juga tentang kota Madinah dan Mekkah. Ketahuilah bahwa dia bearada di laut Syam atau laut Yaman. Oh tidak, tetapi dia akan dating dari arah Timur… dari arah Timur… dari arah Timur…” Dan beliau berisyarat dengan tangan beliau menunjuk kea rah Timur. Fatimah berkata, “Maka saya hafal ini dari Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam.” (HR. Muslim, dari Fatimah binti Qais, Abu Hurayrah, ‘A`isyah, dan Jabir, Fathul Bari 13:328).

Sudah jelas kiranya penjelasan Tamim Ad Dari tentang Dajjal yang ditemuinya di Eropa tadi. Dajjal akan dilepaskan selama 40 hari, dan Rasuulullah membenarkan cerita Tamim Ad Dari. Penjelasan lebih rinci tentang status Dajjal sebagai Al Masih (mesiah) insya Allah di akhir pembahasan ini.

4.       Di antara Ciri Dajjal : Matanya Buta Sebelah, Rambutnya Keriting, dan Di antara Dua Matanya (di dahinya) tertulis kafara

قال أحمد : حدثنا يزيد ، أخبرنا محمد بن إسحاق ، عن نافع ، عن ابن عمر أن رسول الله (صلى الله عليه وسلم ) قال : ( إِنَّه لم يكن نبيّ إلاَّ وَصَفَهُ لأمَّتِهِ ولأصفَنَّهُ صِفَةً لَم يَصِفْهَا من كان قبلي ، إنه أعورُ وإِن الله ليس بأعورَ عينُه الْيُمْنى كأنها عِنَبَة طَافِيَةٌ ) وهذا إسناد جيد حسن .

Berkata Imam Ahmad bin Hanbal: “Zaid meriwayatkan dari Muhammad bin Ishaq, dari Nafi’, dari Ibnu ‘Umar, bahwasanya Rasululullah shallallahu’ alayhi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya tidak ada seorang Nabi sebelum aku kecuali ia telah menyebutkan ciri-cirinya kepada ummatnya, dan aku sungguh akan menyebutkan ciri yang belum disebutkan oleh orang sebelum aku. Sesungguhnya ia buta mata sebelahnya, dan sesungguhnya Allah tidak buta mata sebelahnya. Mata kanan Dajjal seolah-olah buah anggur yang menonjol.” Sanad hadits ini hasan.

Sebagaimana Sabda Rasulullah dalam hadits kedua di atas:

فَذَهبت ألتفت فإذا رجل أحمرُجسيمٌ جَعْدُ الرأس؟ أعوَرُ الْعَيْن اليمنى كأن عينه عنبة طافِيةٌ؟ قلت : مَن هَذا؟ قالوا : الدجالُ

Maka akupun menoleh dan melihat seorang laki-laki merah besar dengan rambut keriting, mata sebelah kanannya buta, seolah-olah matanya adalah buah anggur yang menggantung. Aku pun bertanya, “Siapa ini?” Mereka menjawab, “Dajjal.”

وقال الإِمام أحمد ، حدثنا محمد بن سابق ، أخبرنا إبراهيم بن طهمان ، عن أبي الزبير ، عن جابر بن عبد الله أنه قال : قال رسول الله ( صلى الله عليه وسلم ) : ( يخرج الدّجالُ في خِفَّةٍ مِنَ الدِّين وإِدْبَارٍ من العِلم وله أربعون ليلَةً يَسْبَحُهَا في الأرض اليومُ منها كالسنةِ ، واليوم منها كالشهر . واليوم منها كالجُمُعَةِ ، ثم سائر أيامه كأيامكم هذِهِ وله حمار يركبه عرض ما بين أذنيه أربعون ذِراعاً ، فيقول للناس : أنا ر بّكم وهو أعورُ وإِن ربكم ليس بأعْوَرَ مَكْتُوبٌ بَيْنَ عَيْنَيْهِ كَفَرَ بِهَجَاءٍ يَقْرَؤُهُ كُلُّ مُؤْمِن كاتب أوْ غير كاتب يَرد كلَّ ماءٍ ومنهل إلا المدينةَ ومكّةَ حًرّمهمَا الله عليه وقامَت الملائكةُ بِأبْوابِهما

Dan berkata Imam Ahmad bin Hanbal, telah meriwayatkan kepada kami dari Muhammad bin Sabiq, dari Ibrahim bin Thahman, dari Abu Zubair, dari Jabir bin ‘Abdullah, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda : “Dajjal keluar saat agama dianggap enteng dan ilmu ditinggalkan. Ia mempunyai waktu empat puluh malam. Ia berjalan di atas bumi. Satu hari darinya seperti satu tahun, satu hari darinya seperti satu bulan, satu hari darinya seperti satu Jum’at, kemudian hari-hari lainnya seperti hari-hari kalian ini. Ia mempunyai keledai yang ia kendarai, lebar antara kedua telinga adalah empat puluh lengan. Ia berkata kepada orang-orang, “Aku adalah Tuhan kalian.” Ia buta mata sebelahnya dan Tuhan kalian tidaklah buta mata sebelahnya. Tertulis di antara kedua matanya, kafara. Dengan huruf yang terbaca oleh setiap mu’min yang bisa baca tulis atau yang tidak bisa baca tulis. Ia mendatangi semua air dan daratan, kecuali Makkah dan Madinah karena diharamkan oleh Allah atasnya dan Malaikat berdiri di pintu-pintunya.”

Yang menarik dari ciri-ciri Dajjal yang disebutkan dari hadits-hadits di atas adalah perkataan Rasulullah tentang butanya mata Dajjal yang sebelah kanan. Jumhur ulama berpendapat bahwa hal tersebut bukan sekedar ma’nawi (majas), namun memang demikian keadaan fisik Dajjal. Hanya saja tidak dapat dipungkiri bahwa hal tersebut juga sekaligus menandakan bahwa Dajjal telah menutup diri dari kebenaran. Hal ini ditunjukkan dengan butanya mata sebelah kanan.

Sebagaimana kita ketahui, kanan selalu identik dengan benar. Bahkan dalam bahasa Inggris, kanan dan benar sama-sama disebut “right”. Ini adalah ungkapan umum yang disepakati oleh manusia secara umum. Karenanya tidak salah bila kita mengikuti pendapat Syaikh Imran Hussein yang mengatakan bahwa Dajjal hanya melihat dengan mata lahir dan inilah yang akan dilakukannya kepada seluruh manusia. Dajjal akan membuat manusia buta mata hatinya.

Sebagaimana dijelaskan di atas, bahwa Dajjal adalah penipu ulung. Dia datang untuk menipu seluruh manusia. Khususnya menjadi Al Masih bagi orang-orang Yahudi (Bani Israel). Di antara tipuan yang dilakukan oleh Dajjal adalah membuat realita tidak sesuai dengan apa yang tampak. Apa yang tampak bukanlah realita yang sebenarnya. Inilah tipu muslihat Dajjal. Dan para pengikutnya pun telah memiliki sistem yang sifatnya sama dengan sifat Dajjal itu sendiri. Membuat manusia mengira bahwa dunia adalah kehidupan yang sebenarnya, padahalbagi setiap mu’min kehidupan yang abadi adalah di akhirat kelak. Mungkin karena ini pula Rasulullah mengatakan bahwa setiap mu’min akan sanggup melihat tanda “kafara”, baik mereka bisa baca tulis atau tidak. Mengapa? Karena setiap mu’min melihat dengan mata hati, bukan dengan sekedar mata lahir sebagaimana penglihatan Dajjal. Wallahu a’lam.

“Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.” [QS. Al Hajj : 46]

Dalam sebuah riwayat, bahwa Rasulullah pernah bersabda : “Waspadalah terhadap firasat seorang mu’min, karena ia melihat dengan cahaya Allah…”

5.     Dajjal akan Dilepaskan Pada Saat Agama Diremehkan dan Ilmu (syar’i) Ditinggalkan. Ia akan berada di bumi Selama 40 Hari.

Sebagaimana sabdanya dalam hadits di atas:

يخرج الدّجالُ في خِفَّةٍ مِنَ الدِّين وإِدْبَارٍ من العِلم وله أربعون ليلَةً يَسْبَحُهَا في الأرضيَسْبَحُهَا في الأرض اليومُ منها كالسنةِ ، واليوم منها كالشهر . واليوم منها كالجُمُعَةِ ، ثم سائر أيامه كأيامكم هذِهِ

Dajjal keluar saat agama dianggap enteng dan ilmu ditinggalkan. Ia mempunyai waktu empat puluh malam. Ia berjalan di atas bumi. Satu hari darinya seperti satu tahun, satu hari darinya seperti satu bulan, satu hari darinya seperti satu Jum’at, kemudian hari-hari lainnya seperti hari-hari kalian ini.

Telah kita bahas, bahwa Dajjal datang sebagai Al Masih, yang secara bahasa berarti penghapus, maksudnya penghapus kebaikan/ kebenaran. Sedangkan Nabi ‘Isa juga merupakan Al Masih (penghapus), yakni penghapus kejahatan.

Dalam titik ini, Dajjal akan mengaku sebagai Al Masih yang sebenarnya, yakni pembawa kebaikan kepada Bani Israel. Karena sebagian besar Bani Israel telah menolak kedatangan Nabi ‘Isa sebagai Al Masih 2000 tahun yang lalu. Mereka menganggap bahwa Nabi Isa merupakan anak zina karena lahir tanpa ayah (wal’iyyaudzubillah). Karenannya tidak mungkin menjadi Al Masih bagi mereka. Apalagi di hadapan mata mereka sendiri, Nabi Isa tampak disalib dan mati. Maka bagaimana mungkin seorang Al Masih mati namun kebaikannya belum dirasakan. Karena hal inilah mereka meyakini bahwa akan ada Al Masih yang akan menyelesaikan misi sebagaimana yang termaktub dalam taurat dan Injil, atau sebagaimana yang disampaikan oleh Nabi Daniel. Bahwa Al Masih akan membawa setidaknya empat kebaikan bagi Bani Israel:

  1. Membebaskan Yerussalem
  2. Mengembalikan Bani Israel ke Yerussalem
  3. Mendirikan Negara Israel (Kerajaan Daud)
  4. Mendominasi dunia (mengingat kejayaan Sulaiman)

Dalam melakukan aksinya, sejak dilepasnya Dajjal dan memasuki fase satu hari sama dengan satu tahun, maka Dajjal telah membuat orang-orang Yahudi yakin bahwa dialah Al Masih itu. Karenanya ia berusaha menggunakan para pengikutnya untuk merealisasikan poin-poin di atas.

Menurut Syaikh Imran Hussein. Dalam fase pertama ini Dajjal tidak berada pada dimensi yang sama dengan kita, karenanya harinya berbeda dengan hari-hari kita. Namun, keberadaannya pasti tidak jauh dari pula di mana ia dirantai pada saat ditemui oleh Tamim ad Dari.

Menurut beliau, Dajjal pertama kali dilepas untuk menguasai Inggris. Buktinya adalah bahwa sejak tahun 1917 hingga 1948 Inggris lah yang telah melakukan aksi-aksi Al Masih bagi kepentingan Bani Israel. Inggris lah yang “membebaskan” Yerussalem dari tangan Turki Osmani sekitar tahun 1917 dan mengembalikan orang-orang Yahudi ke sana melalui Deklarasi Balfour.

Inggris pun menjelma menjadi kekuatan yang mendominasi dunia. Tidak heran karena mereka dipimpin oleh Dajjal.

Tradisi kerajaan Inggris yang kental dengan mistis dan masih memiliki garis keturunan dengan raja-raja mesir kuno (fir’aun) membuat Dajjal tidak sulit bila harus berkomunikasi dengan mereka, walaupun berbeda dimensi. Hubungan yang erat antara para sihir kerajaan Inggris dengan para Jin membuat semua itu menjadi mudah. Dan tradisi ini bukanlah rahasia di kalangan kerajaan Inggris. Sebut saja Merlyn, penyihir resmi-nya Arthur yang kisahnya telah diangkat ke dalam film atau serial TV. Ini menunjukkan bahwa kerajaan Inggris bahkan hingga sekarang sangat erat dengan unsur-unsur mistis, hubungan dengan alam Jin, dan sihir.

Hal tersebut akan dapat kita pahami lebih mendalam bila kita juga mengatahui sejarah Ksatria Templar dan Illuminaty-nya. Sebuah ritual mistis penyembah Iblis (disebut juga dengan nama Baphomet, Azazil, atau Lucifer) yang memang sengaja mempersiapkan sistem Dajjal untuk menyambut kedatangan Dajjal di dimensi yang sama dengan dimensi manusia. Wallahu a’lam.

Pada fase pertama ini, Dajjal telah berhasil menipu Bani Israel dengan memenuhi “nubuwwat” tentang Al Masih yang akan menolong mereka. Kemunculan Dajjal di fase pertama ini, juga dapat kita sebut dengan pintu Fase Mulkan Jabbariyan dalam bahasa yang lain. Sebuah fase terakhir dalam kehidupan ummat manusia menjelang fase Khilafah ‘alaa minhaj an Nubuwwah. Sejak itulah kemudian Turki Osmani dirongrong habis-habisan dan resmi runtuh pada 1924 M.

Setelah lahirnya Negara Israel pada tahun 1948, maka Dajjal memasuki fase kedua, yaitu ia berpindah ke dimensi yang satu harinya adalah satu bulan bagi kita. Maka, Syaikh Imran Hussein menyatakan, dengan ini pindah pula Dajjal dari Inggris ke negara yang lain. Sebuah negara yang akan selalu mensupport kebijakan-kebijakan Israel. Sebuah negara yang akan mendominasi dunia dengan kekuatan politik, ekonomi, dan militernya. Sebuah negara yang tidak lebih dari boneka para Zionis, yaitu Amerika (US).

Dan kehancuran Amerika pun diambang mata. Mengapa?

Tidaklah heran bila Amerika pada akhirnya akan hancur. Karena Dajjal telah bersiap-siap pindah dimensi ke fase ketiga, di mana satu harinya sama dengan satu Jum’at. Maka, pastilah Dajjal akan menggoyangkan dunia untuk menghancurkan Negara yang dulu menjadi bonekanya, agar negara baru muncul menggantikan dominasi negara tersebut, baik dari sisi militer, ekonomi, maupun politik.

Tidak ada bayangan lain bagi kita sepertinya kecuali mengatakan bahwa negara yang telah dipersiapkan menjadi ‘pemimpin dunia’ selanjutnya adalah Negara Israel, sesuai dengan nubuwwat yang dibawa Taurat tentang Al Masih. Tiga poin telah terlaksana, dan hanya tinggal satu poin lagi, yaitu mendominasi dunia.

Dari sisi ekonomi, dominasi uang kertas hari ini tidak lebih dari sebuah penipuan massal yang dilakukan oleh bankir-bankir Yahudi. Dengan menggunakan kertas yang aslinya tidak memiliki nilai sama sekali, sistem ini pasti akan hancur dengan sendirinya, bila tidak, maka mereka sendiri yang akan menghancurkannya, karena sistem perekonomian dan keuangan baru telah diciptakan, yaitu uang elektronik. Tanpa kertas tanpa bebas, lebih mudah. Ini menurut mereka. Namun apa yang sebenarnya terjadi adalah upaya mengontrol seluruh aktivitas manusia di seluruh dunia. Lebih lanjut tentang sistem keuangan Dajjal akan dibahas kemudian.

Perhatikan Simbol Mata Satu dan Tulisan "Kfir"

Perhatikan Simbol Mata Satu dan Tulisan “Kfir”

Dari sisi militer, pasukan Israel telah mempersiapkan brigade khusus mereka yaitu brigade KFIR, tidak jauh dengan apa yang tertulis di jidat Dajjal “KAFARA”. Juga, Israel adalah satu-satunya negara yang bebas memproduksi nuklir. Ini merupakan langkah taktis yang dilakukan mereka dalam upaya mendominasi dunia dan menanti kedatangan Al Masih mereka di dimensi kita.

Namun demikian, kita telah mempelajari berbagai hadits yang sharih (jelas), bahwa sebelum Dajjal memasuki dimensi kita, dengan izin Allah bangsa Yahudi di Palestina akan dihancurleburkan oleh pasukan Al Imam Al Mahdi. Setelah menguasai Jazirah Arab, maka pasukan Al Mahdi akan memerangi Syam dan memenangkannya, lalu kemudian Persia, dan juga memenangkannya, setelah itu seluruh pasukan akan berkumpul di Baitul Maqdis untuk melakukan peperangan terbesar melawan Bangsa Romawi. Maka, setelah bangsa Romawi ditaklukan, Kaum Muslimin pun melakukan ekspansi ke Eropa. Baru setelah itu, Dajjal akan muncul dalam dimensi kita bersama 70.000 orang Yahudi dari Isfahan (Iran).

Pendapat tersebut tidak disetujui semua kalangan, karena menurut sebagian ulama, bahwa Dajjal turun ke bumi selama 40 hari itu benar-benar sanggup menahan waktu. Syaikh Muhammad Al ‘Arifi menegaskan hal tersebut dengan menyampaikan riwayat bahwa para sahabat bertanya, pada saat kondisi di mana satu hari sama dengan satu tahun, satu bulan, dan satu pekan, bagaimana melaksanakan shalat… Maka Rasulullah menjawab : “Diperkirakan waktunya…” Wallahu a’lam

Yang terpenting dari itu semua adalah, bila orang-orang Yahudi dan para pengikut setia Dajjal dari kalangan Illuminatis, Zionis, Freemasson, atau Luciferian telah begitu siap siaga dan serius dalam menyambut kedatangan Dajjal, Al Masih mereka, maka di mana kita?

Sudahkah kita bersiap-siap menyambut kedatangan Imam Mahdi dan Nabi ‘Isa? Inginkah kita menjadi pasukan pembela Imam Mahdi bila kita ditaqdirkan masih hidup dan melihat Al Mahdi? Lalu, apa yang sudah kita persiapkan untuk itu semua? Layakkah kita menjadi pasukan terbaik di atas muka bumi ini? Maka dari itu, bersiapsiagalah…

Wallahu a’lam

 


[1] Namanya Abdul Uzza bin Qathan bin Amru bin Jundub bin Sa’id bin ‘Aidz bin Malik bin Al Mushthaliq

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 747 other followers

%d bloggers like this: